Kontak Batin Cinta

Modal cinta tidak cukup dalam membangun keromantisan hubungan

Modal cinta tidak cukup dalam membangun keromantisan hubungan

Modal cinta tidak cukup dalam membangun keromantisan hubungan jangka panjang. Kamu menjalani hubungan cinta dengan seseorang adalah pekerjaan yang serius setiap waktunya tiada henti. Istilahnya sebuah pekerjaan yang membutuhkan waktu 24 jam selama 7 hari.

Kamu dan dia harus membangun kelancaran komunikasi dan kepercayaan dalam hubungannya. Jika salah satunya lalai menjalankan kewajibannya dalam membangun keromantisan hubungan cinta. Dampaknya akan menghasilkan konflik berkepanjangan dan membahayakan hubungannya ke depan.

Modal cinta tidak cukup dalam membangun keromantisan hubungan cinta, terutama bagi kamu mau enaknya saja, tidak mau susah, dan maunya minta dimengerti. Tak heran, hubungannya sering mengalami konflik karena kamu masih suka menuntut hakmu saja dan melalaikan kewajibanmu. Menjalin hubungan cinta membutuhkan kestabilan pikiran dan emosi karena melibatkan dua orang yang berbeda kebiasaan

Mengapa kelalaian bisa membahayakan hubungannya? jika kamu atau dia tidak serius dalam menjalankan kewajibannya hanya menuntut haknya agar terpenuhi. Hal tersebut bisa membuat kamu atau dia malah menyalahkan pasangan ketika terjadi konflik dalam hubungannya (tidak tahu penyebab terjadinya konflik).

Itulah mengapa modal cinta tidak cukup dalam membangun keromantisan hubungan, namun juga butuh faktor lain untuk melengkapi perjalanan cinta ke depannya, yaitu komitmen, komunikasi, ekspektasi, konsisten, dan penghargaan. Di sini kami tidak membahas komitmen dan komunikasi, melainkan ekspektasi, konsisten, dan penghargaan dalam hubungannya.

Pertama, kamu harus memberikan ekspektasi yang nyata bukan mimpi kepada dia
Silakan kamu berkorban untuk menyenangkan dan membahagiakan dia tapi lakukan semua hal tersebut secara realistis. Artinya, jangan sampai kamu terbebani terhadap sesuatu yang berlebihan dalam menyenangkan dan membahagiakannya.

Lakukan secara wajar agar kamu tidak merasa terpaksa, bosan dan capek dalam melakukan semua hal tersebut. Contohnya kamu sering antarjemput dia setiap hari, menurut kamu itu tidak jadi masalah tapi tanpa sadar kamu sudah mengajarkan dia sebuah ekspektasi yang berlebihan dalam hubungannya (mimpi).

Baca juga:  Ini Bukti Jatuh Cinta Tidak pernah Datang Terlambat

Kegiatan antarjemput kelihatannya simpel tapi menimbulkan konflik di kemudian hari, terutama ketika kamu tidak bisa melakukan kegiatan tersebut karena suatu sebab. Dia pasti akan mengeluh dengan mengatakan “kamu sudah berubah”, “kamu tidak sayang aku lagi”, “kamu tidak pernah mengerti aku”, dan sejenisnya.

Mengapa itu bisa terjadi? kamu selalu memberikan rutinitas antarjemput dia setiap hari, tak heran dia akan berpikir kamu selalu menjemputnya setiap hari. Akhirnya dia tidak mau melihat kebutuhanmu hanya mementingkan kebutuhannya sendiri. Kegiatan antarjemput hampir sama dengan kebiasaan kamu selalu membelikan apa pun yang dia inginkan.

Kedua, kamu harus konsisten tidak boleh setengah-setengah dalam menjalani hubungan cinta
Menjalin hubungan cinta membutuhkan kerja keras dan kerja sama dari kamu dan dia. Bagaimana usaha kamu untuk menyenangkan dan membahagiakan dia secara terus-menerus, maupun sebaliknya bukan salah satu pihak saja yang berusaha. Jika kamu memberikan perhatian, kasih sayang, dan cinta kepada si dia sebanyak 10 kali.

Kamu harus memberikannya 10 kali secara terus-menerus, jika kamu hanya memberikannya 5 kali pasti dia akan bertanya-tanya dan curiga kepada kamu “ada apa ini, kok tidak seperti biasanya”. Contohnya kamu sering antarjemput dia tiap hari rabu, tiba-tiba kamu tidak bisa menjemputnya karena suatu sebab. Dia akan mengeluh kepada kamu dan timbul pertanyaan dalam benaknya (curiga yang aneh-aneh).

Kamu pikir menjalin hubungan cinta itu mudah, kamu tinggal mencari pasangan. Jika tidak cocok, tinggal minta putus habis perkara tidak seperti itu pola hubungan cinta. Kalau kamu masih punya pikiran seperti itu, tandanya kamu masih egois, pikiranmu masih belum dewasa atau masih kekanak-kanakan.

Jika kamu hanya berpikir menjalin hubungan cinta itu mau enaknya saja, tidak mau susah. Kamu tidak perlu menjalin sebuah hubungan cinta dengan seseorang karena menjalin hubungan cinta membutuhkan kestabilan pikiran dan emosi yang melibatkan dua orang berbeda latar belakang maupun kebiasaan.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

Ketiga, kamu harus memberikan pernyataan dan pengakuan cinta kepada dia setiap waktunya
Selain perbuatanmu yang mencerminkan rasa tanggung jawab, kamu tidak ada salahnya menyertakan pula perkataan yang bisa membuatnya merasa berharga. Tiga kata ini akan membuat dia makin lebih cinta dan sayang kepada kamu sepanjang waktu, yaitu “aku sayang kamu”, “terima kasih”, dan “maaf”.

Mari kita bahas satu per satu, kata “aku sayang kamu” adalah kata ungkapan yang berasal dari lubuk hati paling dalam, bahwa kamu mencintainya dengan tulus. Pertanyaannya, seberapa sering kamu mengucapkan kata “aku sayang kamu”? sering ataukah jarang sekali.

Jika kamu jarang sekali mengucapkan “aku sayang kamu” karena alasan gengsi. Jangan salahkan dia akan berpaling kepada orang lain yang mampu mengucapkan kata tersebut. Mengapa? ada kalanya pasangan ingin mendengarkan kata “aku sayang kamu” sebagai bentuk pengakuan kamu mencintainya untuk keamanan perasaannya.

Kemudian, kata “terima kasih” adalah kata ungkapan yang berasal dari lubuk hati paling dalam, bahwa kamu menghargai semua perjuangan dan pengorbanan yang telah dia lakukan untuk menyenangkan dan membahagiakan kamu. Pertanyaannya, seberapa sering kamu mengucapkan kata “terima kasih” ketika dia sudah berusaha melakukan hal terindah untuk membahagiakan kamu? sering ataukah jarang sekali.

Jika kamu masih memandang perjuangan dan pengorbanan dia untuk membahagiakan kamu adalah haknya kamu yang wajib dia lakukan, sehingga kamu merasa tidak perlu kamu hargai. Seolah-olah semua hal yang telah dia lakukan untuk membahagiakan kamu itu tidak ada artinya. Terbukti dari sikapmu yang selalu menuntut dia untuk menuruti segala keinginannya kamu tanpa memperhatikan kebutuhannya.

Jika kamu tidak pernah menghargai semua perjuangan dan pengorbanan yang telah dia lakukan untuk menyenangkan dan membahagiakan kamu. Jangan salahkan dia akan berpaling kepada orang lain yang mampu menghargai perjuangan dan pengorbanannya.

Baca juga:  Tanda kamu dan dia adalah pasangan yang cocok satu sama lain

Terakhir, kata “maaf” adalah kata ungkapan yang berasal dari lubuk hati paling dalam, bahwa kamu mengakui kesalahanmu atas apa yang telah kamu lakukan. Pertanyaannya, seberapa sering kamu mengucapkan kata “maaf” ketika terjadi pertengkaran akibat ulahmu sendiri yang sudah melukai perasaannya.

Apakah kamu berani minta maaf dan mengakui itu kesalahanmu, ataukah kamu malah menyalahkan dia dan gengsi untuk minta maaf. Jika kamu merasa gengsi untuk minta maaf dengan anggapan hari esok pasti baikan lagi. Jangan heran ketika suatu hari nanti, ribuan kata maaf tidak ada artinya bagi dia. Walaupun, kamu mengakui itu kesalahanmu.

Mengapa itu bisa terjadi? semua emosi yang bertumpuk dalam jiwanya akan meledak berkeping-keping karena kesal atas sikapmu yang suka menyalahkan dia saat bertengkar. Jangan salahkan dia akan berpaling kepada orang lain yang mampu minta maaf telah berbuat salah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Kesimpulan modal cinta tidak cukup dalam membangun keromantisan hubungan:

Menjalin hubungan cinta bersama orang lain adalah pekerjaan 24 jam selama 7 hari berturut-turut sepanjang waktu karena modal cinta tidak cukup dalam membangun keromantisan hubungan jangka panjang. Jika kamu masih suka menuntut hakmu tapi melalaikan kewajibanmu, tak heran sering terjadi konflik dalam hubungan cintamu.

Kalau kamu mau enaknya saja, tidak mau susah “maunya minta dimengerti” itu artinya, kamu masih egois belum dewasa atau masih kekanak-kanakan. Menjalin hubungan cinta itu membutuhkan kestabilan pikiran dan emosi karena membutuhkan kerja sama dan kerja keras dalam membangun sebuah komitmen, komunikasi, ekspektasi, konsisten, dan penghargaan dari kedua belah pihak bukan salah satu pihak saja.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca modal cinta tidak cukup dalam membangun keromantisan hubungan, silakan bagikan agar bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

2 Comments

  1. Alhamdulillah, kayanya aku sudah ok dlm bangun keluarga. Anakku enam, cucu 12
    Sampe hari ini pernikahanku sudah lebih dari 50 thn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge