Apa Artinya Cinta

Mengungkapkan perasaan yang tulus bagian dari cinta

Mengungkapkan perasaan yang tulus bagian dari cinta

Mengungkapkan perasaan yang tulus seperti menghormati dan menghargai diri sendiri dengan mengendalikan atau melawan hawa nafsu yang kita miliki kalau kita menginginkan cinta yang baik dan benar, cinta dan hawa nafsu saling bertentangan satu sama lainnya, bila menuruti hawa nafsu dalam perilaku cinta pasti mendatangkan bencana bisa menyebabkan rusaknya kehidupan.

Perilaku cinta yang menuruti hawa nafsu semata, misalnya melihat cinta hanya dari kaca mata keegoisan, tidak akan memperhatikan kepentingan bersama atas hubungannya demi kenyamanan, kepuasan maupun keamanan perasaan bersama melainkan berfokus buat memuaskan kepentingannya sendiri bahkan bisa menyalahkan keadaan atau pasangannya kalau ada keinginannya tidak sesuai dengan harapannya.

Ada beberapa orang yang mengatakan untuk mendapatkan cinta yang baik dan benar itu susah sekali atau tidak mungkin bisa terjadi, iya bisa saja itu terjadi kalau kita melihatnya hanya sebatas wilayah luarnya saja bukan dalamnya. Maksudnya buka jendela hati kita untuk mampu melihat kebenaran akan cinta yang sejati maka kita tidak akan bingung atau bimbang tanpa arah kalau ada hati yang tulus di dalamnya.

Hati yang tulus membuat kita bisa melihat, berpikir jernih maupun memperhitungkan semua jenis tindakan yang akan kita lakukan kedepannya, kita akan mengetahui secara jelas mana jenis tindakan yang baik dan buruk. Hal ini bisa menentukan arah, apakah kita akan memperoleh kedamaian atau bencana dalam menjalin hubungan cinta tergantung dari perilaku kita sendiri.

Baca juga:  Perempuan Terlahir sebagai Sosok yang Menguatkan

Perilaku yang baik atau buruk dalam menjalin suatu hubungan cinta ditentukan dari hati masing-masing individu yang ingin menjalaninya, bahwa hati adalah pusat kendali dan pemegang komando terdepan untuk menentukan arahnya suatu niat yang berkaitan erat dengan sikap dan mental kepribadian seseorang, mulai dari kekuatannya hingga kepuasannya.

Kalau seseorang menyadari ingin memperoleh perilaku cinta yang baik maka dalam perkembangan hubungan cinta bersama pasangannya akan berusaha belajar untuk menciptakan saling pengertian, membutuhkan, menghargai, memberikan perhatian dan dukungan yang nyata untuk kepentingan bersama demi keutuhan dan kedamaian hubungan cintanya.

Hal tersebut bisa menempatkan sebagai kekuatan perekat dan pengayom dalam hubungannya dari kepentingan jangka pendek sesaat agar tidak pecah akibat dipermainkan oleh rekayasa pemikiran sepihak dari orang-orang yang berpikiran sempit bisa menyebabkan kebodohan dan kelicikan dalam rangka berpikir bisa menyebabkan kita langsung mempercayainya tanpa mengecek terlebih dahulu kebenaran yang ada, misalnya ada seseorang yang melemparkan fitnah terhadap nama baik kita supaya berantem dengan pasangan.

Siapapun yang menginginkan hidupnya bahagia dan tenteram termasuk juga hubungan cintanya maka siapapun orangnya harus berani belajar berpikir tenteram dan berjiwa bahagia, cinta mengajarkan kita untuk belajar mensyukuri dan menerima apa saja yang sudah kita miliki dengan kesabaran dalam mencapai suatu harapan yang kita inginkan, tentu saja memperolehnya dengan jalan yang benar dan baik pula.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

Upaya mewujudkan hubungan cinta dengan rasa aman dan tenteram di dalamnya sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab dari masing-masing pihak untuk memperolehnya, tentu saja diperlukan kerjasama dan dukungan yang nyata dari kedua pihak supaya bisa berjalan lancar.

Rasa aman dan tenteram yang muncul di dalam hubungan cintanya merupakan buah dari perilaku hati yang tulus, semuanya tidak langsung muncul dengan sendirinya melainkan diperlukan upaya-upaya untuk mencapai pola hidup yang dinamis guna mewujudkan kemampuan buat mendesak sifat-sifat buruk yang ada di dalam hubungan cintanya tidak keluar begitu saja seperti mementingkan kepentingannya sendiri atau mengutamakan hawa nafsunya.

Hubungan cinta yang baik hanya diperoleh melalui ketulusan dan keseriusan hatinya yang senantiasa hadir dan menjiwai dalam praktik menjalani kehidupan cintanya bukan mencampuradukkan dengan hawa nafsunya sebagai alasan pembenarannya untuk mencapai tujuannya, hati yang tulus sudah tertanam kuat di dalam diri seseorang akan menumbuhkan kesadaran dalam dirinya untuk menghargai dan menghormati pasangannya.

Sentuhan hati yang tulus harus ditanamkan di awal suatu hubungan cinta, bahwa hubungan cinta yang baik dan nyaman tidak akan diperoleh kalau salah satu pihak hanya terbius oleh kepentingan pribadi semata yang mengarah kepada sikap keegoisan penuh dengan keserakahan yang tidak mengenal batas maupun kepuasan.

Hal tersebut bisa menjadi sumber konflik dan permusuhan yang terjadi di antara pasangan akan menimbulkan suatu keretakan dari hubungan cintanya bahkan menghadirkan adanya pribadi yang angkuh disebabkan salah satu pihak hanya terjebak pada kepentingan pribadi atau ambisi pribadinya yang tidak ada batasnya.

Baca juga:  Ini Bukti Jatuh Cinta Tidak pernah Datang Terlambat

Menjalin hubungan cinta dibutuhkan namanya manajerial secara menyeluruh untuk kepentingan bersama bukan pula hanya mengikuti kemauan dari salah satu pihak saja, kalau hubungannya dilakukan setengah hati bukan berasal dari keseriusan dan ketulusan hati dari kedua pihak.

Maka jangan heran kalau hubungannya semakin lama akan menghilang cahaya cintanya melainkan hanyalah kebobrokan yang tersisa di dalamnya, baca juga cinta itu saling memaafkan adalah kekuatan sebenarnya.

Kesimpulannya: mengungkapkan perasaan yang tulus di dalamnya ada usaha untuk menghormati dan menghargai dirinya sendiri maupun pasangannya dengan tidak mengutamakan hawa nafsunya semata dalam berperilaku buat menghindari datangnya bencana di dalam hubungan cintanya karena menjalani hubungan cinta yang diperlukan kehadiran hati yang tulus untuk mengetahui mana jenis tindakan yang baik dan buruk.

Bahwa hati sebagai pusat kendali dan pemegang komando terdepan untuk menentukan arahnya suatu niat yang berkaitan erat dengan sikap dan mental kepribadian seseorang, jadi hubungan cinta yang baik atau buruk itu semua tergantung dari perilaku kita sendiri.

Terima kasih sobat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca mengungkapkan perasaan yang tulus bagian dari cinta, jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Sobat ada tanggapan lain?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge