Kenali Pola Cinta

Mengatasi hubungan asmara sudah tidak hangat lagi

Mengatasi hubungan asmara sudah tidak hangat lagi

Mengatasi hubungan asmara sudah tidak hangat lagi biasanya sering dijumpai salah satu pihak atau keduanya tidak bisa mengembangkan quality time dalam berelasi, kehidupan cinta yang sudah tidak hangat lagi berpengaruh besar terhadap perkembangan hubungan cintanya ke depan terutama menyangkut kebutuhan keamanan dan kenyamanan perasaannya.

Quality time bukan hanya meluangkan waktunya bersama kekasihnya, namun berinteraktif dalam mendekati kekasihnya lebih jauh lagi atau kata lainnya lebih mengenali dan memahami lebih dalam siapakah karakter kekasihnya yang sebenarnya dengan mengajaknya berkomunikasi secara dua arah dan mendalam.

Apabila tidak bisa mengembangkan quality time dalam hubungannya ketika pasangannya salah berbicara atau tidak nyambung dengan apa yang dibicarakan atau tidak berhasil menuruti apa yang menjadi keinginannya, kekasihnya langsung emosional mulai dari memaki ataupun berbicara dengan nada yang kasar tidak enak untuk didengar.

Walaupun pasangannya sudah melakukan pendekatan dengan cara baik-baik dan sopan, malah sikap kekasihnya menunjukkan tingkah laku yang egois dan tidak mau disalahkan. Persoalan tersebut bisa membuat pasangannya jadi ilfil terhadap kekasihnya sehingga dalam menjalani hubungannya dengan seadanya, mulai dari malas berkomunikasi, menghindari untuk diajak ketemuan, lari dari masalah, tidak memiliki semangat untuk menjalani hubungannya dan lain-lain.

Baca juga:  Tanda-tanda apakah ini cinta sejati atau cinta sesaat

Mengatasi hubungan asmara sudah tidak hangat lagi carilah dulu apa penyebab utamanya setelah itu apakah sang kekasih adalah tipe orang yang fleksibel atau kaku

Istilahnya kemampuan dirinya untuk lebih fleksibel dalam mengubah perannya sesuai dengan kondisi atau keadaan dalam hubungan cintanya, kemampuan dalam artian untuk menghayati peran dari masing-masing pasangan yang disesuaikan dengan kondisi hubungan cintanya, masing-masing pasangan bisa berperan sebagai seorang penyayang, sahabat, sosok yang romantis, teman bercanda, teman untuk curhat, tegas dalam bersikap, pemberi dukungan dalam suka maupun duka dan lain sebagainya.

Peran yang dimainkan dalam hubungan cintanya tergantung dari usia kekasihnya maupun usia hubungannya sudah jalan berapa lama seperti karakternya, prinsipnya, kebiasaannya, kepintarannya, tingkah lakunya, kegemarannya, tingkat keegoisannya, daya juangnya dan cara penyelesaian masalahnya dari masing-masing pasangan.

Ada hubungan cinta di dalamnya yang terjadi bisa mengarahkan dan menyenangkan, sosok penyayang yang hangat, tempat untuk keamanan dan kenyamanan perasaannya, sosok pelindung yang bisa mengayomi pasangannya, sosok yang memiliki pikiran dewasa dan terbuka yang bisa diidolakan oleh pasangannya (bangga).

Ada juga hubungan cinta yang terjadi sebaliknya kurang bisa menghargai perjuangan dan pengorbanan pasangannya yang telah berusaha mati-matian untuk membahagiakan dan menyenangkan kekasihnya, tak heran hubungan cintanya selalu berakhir melelahkan dan tidak sesuai dengan ekspektasinya karena berharap terlalu banyak kepada pasangannya atas semua tumpuan harapannya untuk segera diwujudkan.

Baca juga:  Modal cinta tidak cukup dalam membangun keromantisan hubungan

Semuanya dikembalikan kepada masing-masing pasangan untuk apa niat dan tujuannya dalam menjalin hubungan cinta, apakah serius untuk siap berkomitmen atau sekedar bermain-main. Kekasih yang sudah siap untuk berkomitmen tidak perlu ditanya lagi mengenai hak dan kewajibannya karena dirinya sudah mengetahui secara jelas apa saja hak dan kewajibannya dalam menjalani hubungan cinta terutama jangka panjang.

Kalau kita menginginkan hubungan cinta jadi hangat kembali, kuncinya lakukan komunikasi secara terbuka dan jujur apa yang kita rasakan untuk disampaikan kepada kekasih kita. Lewat kegiatan berkomunikasi bisa mendorong dan memperlakukan kekasih kita secara suportif dalam memberikan rasa aman dan penghargaan mengenai kebutuhan kenyamanan perasaannya.

Berawal dari sana akan mempunyai citra diri atau gambaran diri yang baik dalam membangun dan mengembangkan hubungan cintanya seperti apa bentuknya ke depan, kehangatan terhadap citra diri atau gambaran diri yang baik dalam hubungan cintanya bisa membangun rasa percaya dan cara pandang secara proporsional dalam kehidupan cintanya.

Baca juga:  Matangkan 5 Persiapan Pranikah Jika Ingin bahagia

Citra diri atau gambaran diri bisa membentuk seseorang bagaimana dalam memandang atau memperlakukan kekasihnya maupun hubungannya, apakah memiliki pikiran yang terbuka dan bersedia mendengarkan atau malah memiliki pikiran tertutup dan tidak bersedia mendengarkan dalam kehidupan cintanya.

Kunci kehangatan hubungan cinta ditentukan dari bagaimana masing-masing pasangan dalam membangun dan mengembangkan proses quality time dalam berelasi, apakah keduanya bisa untuk menjembatani apa pun masalah yang terjadi di dalam hubungannya bisa terselesaikan dengan baik dan tuntas.

Kesimpulan mengatasi hubungan asmara sudah tidak hangat lagi:

Disebabkan tidak bisa mengembangkan quality time dalam berelasi terutama kurang interaktif dalam mengenali dan memahami lebih dalam lagi siapakah karakter dan kebiasaan kekasihnya yang sebenarnya, akibat ketidaklancaran berkomunikasi satu sama lainnya secara mendalam. Cara mengatasinya cari dulu apa penyebab utamanya lalu apakah kekasih tipe orang yang fleksibel atau kaku.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca mengatasi hubungan asmara sudah tidak hangat lagi, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Gravityscan Badge