Inikah Emosi Cinta

Mengapa gaya pacaran usia remaja selalu berselisih pendapat

Dari Kisahcintasejati.com, tempat asyik belajar keromantisan cinta untuk kamu dan si dia.

Mengapa gaya pacaran usia remaja selalu berselisih pendapat
Ilustrasi acak tentang Mengapa gaya pacaran usia remaja selalu berselisih pendapat (sumber: Pixabay.com)

Mengapa gaya pacaran usia remaja selalu berselisih pendapat dijumpai di dalamnya kamu dan pacarmu sering bersikukuh ketika terjadi beda argumen. Kamu merasa pacarmu tidak pernah mengerti dirimu karena pacar selalu berkomentar tidak sesuai dengan harapannya kamu.

Kamu mengatakan A tetapi pacarmu mengatakan C itu masalah klasik yang terjadi pada pacaran usia remaja. Kamu dan si dia sering dijumpai tidak cocok, baik itu pola pikir, pola rasa, dan pola emosi. Sebagian besar orang yang menjalani hubungan pacaran di usia remaja akan mengalaminya.

Mengapa gaya pacaran usia remaja selalu berselisih pendapat akibat pengaruh lingkungan sosialnya dan perasaan ingin dicintai atau diperhatikan adalah segalanya, menekankan beda argumen dengan belajar saling memahami bukan otoriter, yaitu saling belajar mendengarkan dan menyimak pasangannya terlebih dahulu

Bagaimana kamu dan pacarmu sering beda argumen, apakah itu masalah sepele. Kamu atau pacarmu, atau dua-duanya terkadang mengambil tindakan dengan mendiamkan pasangannya sampai berhari-hari atau berminggu-minggu lamanya. Masalah sepele seperti itu, lalu bagaimana jika terjadi sesuatu yang besar (masalah) dalam hubungannya tidak bisa dibayangkan tindakan apa yang diambil.

Baca juga:  Maksud Ucapan Cewek Mengatakan Kamu Terlalu Baik Buat Aku

Mengapa gaya pacaran usia remaja selalu berselisih pendapat sering dijumpai penekanan kalimat. Kamu sering berkata “aku ini pacarmu, kamu tidak pernah paham (mengerti) siapa sesungguhnya aku”. Sedangkan pacarmu sering berkata “kamu itu pacarku, aku tahu siapa kamu tetapi kamu tidak pernah paham (mengerti) siapa aku”.

Tak heran, kamu dan pacarmu sering bersikukuh. Akhirnya terjadi ketegangan antara kamu dan si dia. Dua-duanya merasa paling benar dan tahu maka timbullah perasaan marah atau sedih. Kamu merasa tidak dipercaya dan dihargai oleh pacarmu. Sementara pacarmu merasa tidak dihargai dan dihormati oleh kamu.

Hal tersebut bisa terjadi karena dua-duanya tidak saling memahami (mengerti). Kamu tidak mengerti si dia dan si dia tidak mengerti kamu. Menjalani hubungan cinta pasti ada beda argumen yang akan ditemui itu wajar terjadi, sekarang tinggal kamu dan pacarmu bagaimana menyikapinya.

Apakah dua-duanya saling menghargai, mendengarkan, dan bijaksana. Akhirnya keduanya bisa saling tahu apa yang diinginkannya, istilahnya bagaimana cara kamu dan pacarmu menolak sesuatu hal yang tidak sesuai dengan harapannya bisa menyampaikan secara baik-baik dan sopan tanpa menyinggung perasaannya.

Baca juga:  Betapa Konyolnya Mengandalkan Hubungan Cinta yang Labil

Mengapa gaya pacaran usia remaja selalu berselisih pendapat itu wajar terjadi karena dari sisi psikologis dan biologis, anak usia remaja tidak hanya sekedar hormon yang tengah bergelojak tetapi juga tingkat struktur otak dan kimiawi.

Belum lagi lingkungan sosialnya seperti pengaruh teman sebaya dan perasaan ingin dicintai atau diperhatikan adalah segalanya. Tak heran, pusat kehidupan anak usia remaja berkutat sekitar lingkungan sosialnya. Terkadang mereka tidak bisa memilih atau membuat keputusan yang tegas karena masih labil dan memiliki ego yang tinggi.

Istilahnya anak usia remaja tidak ingin dianggap masih anak-anak, tercermin dari sikapnya malu dikatakan jomblo, malu dengan kondisi orang tuanya yang menurutnya tidak keren, malu kalau tidak memiliki gadget yang keren dan terupdate, dan lain-lain.

Cara mengatasinya kamu dan pacarmu harus menanamkan niat yang kuat untuk membangun gaya pacaran sehat lahir batin. Istilahnya kamu dan pacarmu harus konsisten dalam memberikan arahan atau saling belajar memahami bukan otoriter.

Kamu dan pacarmu bukan lagi memikirkan kepentingannya sendiri atau minta dituruti segala kemauannya tetapi belajar untuk memikirkan kepentingan bersama dalam hubungannya. Kata lainnya untuk menekankan beda argumen dengan saling belajar mendengarkan dan menyimak pasangannya terlebih dahulu.

Baca juga:  Cara Tepat Menolak Cinta Cewek Tanpa Menyakiti Perasaannya

Namanya juga kamu sudah berani berpacaran berarti, kamu harus siap saling belajar mengenal, memahami, dan mengerti siapakah pacarmu. Bukan meminta pacarmu yang harus mengenal, memahami dan mengerti dirimu saja. Jika kamu atau pacarmu tidak mau belajar dalam hubungannya sampai kapanpun akan terjadi beda argumen sepanjang waktunya.

Kesimpulan mengapa gaya pacaran usia remaja selalu berselisih pendapat:

Beda argumen itu terjadi karena usia remaja tidak hanya sekedar hormon yang tengah bergelojak tetapi juga tingkat struktur otak dan kimiawi. Belum lagi lingkungan sosialnya seperti pengaruh teman sebaya dan perasaan ingin dicintai atau diperhatikan adalah segalanya. Cara mengatasinya tanamkan niat untuk membangun hubungan sehat lahir batin dengan saling belajar memahami bukan otoriter, yaitu saling belajar mendengarkan dan menyimak pasangannya terlebih dahulu.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca mengapa gaya pacaran usia remaja selalu berselisih pendapat, silakan bagikan agar bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge