Inikah Emosi Cinta

Menciptakan keromantisan cinta adalah tanggung jawab kita

Menciptakan keromantisan cinta adalah tanggung jawab kita

Menciptakan keromantisan cinta adalah tanggung jawab kita dalam menciptakan kebahagiaan hubungan cintanya, jangan hanya suka menitikberatkan sama kekasih kita untuk membahagiakan dan menyenangkan kita agar terpenuhi semua kebutuhan yang kita inginkan.

Apabila kita masih memiliki pemikiran seperti itu, kita hanya bisa menuntut dan menuntut kepada kekasih kita agar semua kebutuhan yang kita inginkan harus dituruti dan dipenuhi olehnya tetapi kita tidak mau peduli sama kebutuhannya kekasih kita, kata lainnya kita bersikap egois.

Kalau kita masih memiliki pemikiran egois seperti itu, kehidupan cinta akan memberikan kita sebuah kepedihan yang luar biasa hebat dengan caranya sendiri tanpa disangka-sangka itu terjadi di depan matanya kita. Tak heran kita tidak terima dengan kondisi yang terjadi (kenyataan), sikap kita akan menyalahkan semuanya “kenapa saya tidak boleh bahagia, kenapa orang lain yang harus bahagia seharusnya aku yang bahagia”.

Menciptakan keromantisan cinta adalah tanggung jawab kita dalam menyikapinya dengan tidak memiliki pemikiran egois untuk melahirkan kebahagiaan hakiki dalam hubungan cintanya ke depan

Akibat keegoisan yang kita miliki bisa menghadirkan sebuah kepedihan yang mendatangkan segala macam bentuk malapetaka, efeknya bisa memberikan situasi yang buruk di dalam kehidupan cinta kita. Mulai dari melahirkan sebuah hubungan cinta yang tidak sehat di dalamnya, kekasih yang egois lebih memikirkan kepentingannya sendiri.

Membuat penyesalan karena kita kehilangan orang yang benar-benar mencintai dan menyayangi kita, mendatangkan seorang kekasih yang kecanduan untuk memuaskan pelampisan hasrat nafsunya semata sampai seorang kekasih yang sukanya selalu mengumbar janji-janji manisnya.

Kita pasti tidak menghendaki semua hal buruk itu terjadi pada kita tetapi apa daya karena kita berperilaku egois dengan tidak menghargai hubungan cintanya dan menyia-nyiakan kekasih kita. Mau tidak mau, siap tidak siap maka kita harus menanggung segala risikonya akibat perilaku kita sendiri.

Baca juga:  Kenali satu perbedaan antara jatuh cinta dengan sebatas suka

Jangan berharap kita mendapatkan cinta yang baik dan seorang kekasih yang baik hati, apabila kita masih egois memikirkan kepentingan diri sendiri daripada kepentingan bersama karena sampai kapan pun kita ikut menanggung semua risiko dari apa yang kita pilih dan ciptakan sendiri “ada sebab ada akibat”.

Lalu apa yang kita lakukan untuk mengatasinya, kalau kita cerdas dalam menyikapinya maka kita akan belajar memperbaiki kesalahan-kesalahan apa saja yang telah kita berbuat untuk tidak mengulangi kembali bahkan siap minta maaf kepada kekasih kita apabila pernah melakukan kesalahan atas perilaku-perilaku kita yang selama ini bisa membuatnya jadi ilfil.

Namun kalau kita tidak cerdas dalam menyikapinya, malah yang ada mengedepankan keegoisan pola pikir maka kita akan disibukkan dengan menyalahkan sesuatu yang ada di depannya kita. Bukannya memperbaiki kesalahan dan meminta maaf tetapi kita malah meraih gadget kita dan membuka sosial media dengan menuliskan kemarahan, kekecewaan dan keluh kesah yang kita miliki agar jaringan pertemanan yang di sosial media merespon atau pun mendukung sikapnya kita.

Zaman sekarang sering dijumpai ketika ada masalah dengan hubungan cintanya bukannya diselesaikan secara langsung dan tuntas agar masalahnya tidak berkembang lebih jauh lagi, tetapi dialihkan masalahnya lewat sosial media. Sikap kita tersebut bisa menjadikan kita lebih berani dan mampu bersuara keras tetapi lemah di dunia nyata, berani berbicara apa saja tetapi takut untuk berbicara di dunia nyata, berani mencaci maki (tidak terima) tetapi mengiyakan (menuruti) di dunia nyata ketika berhadapan dengan orang lain.

Tanpa adanya perubahan dalam hal kejernihan logika pola pikir dan kesadaran baru yang kita miliki di dalam pemikiran kita, semua hal tersebut masih akan terjadi sepanjang jalan akan kita temui. Akibat cara berpikir yang sama akan menimbulkan masalah yang sama di masa mendatang sehingga kita tidak akan bisa menemukan solusinya, kata lainnya kita masih memiliki pemikiran yang sempit dalam memandang sesuatu hal.

Baca juga:  Matangkan 5 Persiapan Pranikah Jika Ingin bahagia

Untuk memiliki hubungan cinta yang baik dan sehat, kita harus mengubah cara berpikir yang penuh dengan keegoisan. Diubah dengan cara berpikir yang lebih mengedepankan logika olah pikir, komunikasi secara jujur dan terbuka kepada kekasih kita, istilahnya apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh kita bisa menyampaikannya secara langsung kepada kekasih kita secara jujur dan terbuka tanpa adanya rasa takut, malu atau gengsi.

Masalahnya kalau kita masih memiliki cara berpikir yang penuh dengan keegoisan sampai kapan pun akan selalu dijumpai dalam hubungan cintanya, antara kita dengan sang kekasih akan saling berbenturan, baik itu cara pandang maupun kebiasaan. Kecuali salah satunya mau mengalah, kalau kita masih memiliki cara berpikir penuh dengan keegoisan akan melahirkan sebuah alasan pembenaran untuk membenarkan tindakannya “apa pun yang kita lakukan selalu benar, lainnya salah”.

Misalnya terburu-buru mengajak menikah secepatnya tetapi ujung-ujungnya hanya menginginkan status atau harta semata, berjanji akan menikahi dirinya tetapi mengajak hubungan badan di luar nikah dulu, meminta sejumlah uang tertentu tiap bulannya atau minta ATM-nya pasangannya yang alasannya untuk belajar mengelola keuangan agar nanti setelah menikah tidak kaget.

Masih memiliki pemikiran yang penuh dengan keegoisan sama saja artinya “kita rumit sekali untuk diajak menjadi seorang kekasih yang baik hati”, bisa dikatakan kalau kita menolak untuk diajak berteman dengan sesuatu yang baik dianggapnya kuno atau tidak modern “kurang gaul” tetapi di sisi lain kita menginginkan kebahagiaan yang baik bisa terjadi di dalam kehidupan cintanya.

Apabila kita memiliki seorang kekasih yang masih memiliki cara berpikir penuh dengan keegoisan, cara menghadapinya tidak perlu merepotkan diri untuk menyampaikan apa pun yang kita rasakan dan pikirkan oleh kita karena kekasih kita tidak akan mampu mencerna apa yang kita sampaikan disebabkan pola pikirnya tidak bisa jernih lagi dalam menangkapnya (berpikiran sempit) itu hanya membuang-buang waktu, pikiran, emosi dan tenaga yang kita miliki.

Baca juga:  Pria Mudah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama ketimbang Wanita

Kalau kita sudah membicarakannya tidak suka sama sikapnya tetapi kekasih kita tidak ada perubahan, cara terakhir adalah bersikap tegas dengan meninggalkan dirinya sama saja artinya kita berupaya untuk menciptakan kebahagiaan kita sendiri, kenapa? dulu menjalani hubungan cinta bersamanya penuh dengan keegoisan sering dijumpai kita tampil menjadi pribadi pemarah, bersedih, dan kecewa.

Tetapi saat ini setelah kita jadi single yang happy dapat tampil menjadi pribadi yang penyabar, bahagia dan senang, jadi untuk menjadi bahagia dengan belajar menciptakan sendiri ketenteraman di dalam hati dan pikiran kita itu adalah tanggung jawab kita sendiri untuk menjadikan tubuh dan pikiran yang kita miliki menjadi tenteram dan selalu bahagia.

Kesimpulan menciptakan keromantisan cinta adalah tanggung jawab kita:

Kebahagiaan itu bukan menyangkut pemikiran egois yang hanya memikirkan kebutuhan kepentingannya sendiri tanpa melihat kebutuhan kepentingan bersama dalam hubungan cintanya, kalau kita masih memiliki pemikiran egois akan memberikan kita situasi kepedihan yang luar biasa hebat dengan caranya sendiri langsung di depan matanya kita.

Jangan berharap mendapatkan cinta yang baik dan seorang kekasih yang baik hati, apabila kita masih egois memikirkan kepentingan diri sendiri “ada sebab ada akibat”. Untuk mengatasinya kita harus cerdas dalam menyikapinya dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan apa saja yang telah kita berbuat untuk tidak mengulangi kembali di masa depan.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca menciptakan keromantisan cinta adalah tanggung jawab kita, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge