Kontak Batin Cinta

Membangun karakteristik hubungan cinta agar romantis

Membangun karakteristik hubungan cinta agar romantis

Membangun karakteristik hubungan cinta agar romantis dengan meningkatkan kesejahteraan atas kenyamanan dan keamanan dalam menjalani hubungannya agar tidak terindikasi kejenuhan, membosankan dan cenderung konvensional, namun lebih dinamis, menyenangkan dan menyegarkan setiap waktunya dalam menjalani hubungan cintanya ke depan.

Eksistensi suatu hubungan cinta tidak terlepas dari adanya peran serta atau kerja sama dan kesadaran dari masing-masing pasangan dalam menjalani hubungannya mau dibawa ke mana arah hubungannya, kasus-kasus yang terjadi di dalam hubungan cinta terpaksa gagal di tengah jalan karena salah satunya kalah dan tidak kuat dalam menekan keegoisan yang ada di dalam dirinya sendiri.

Contohnya mau menang sendiri tanpa memperdulikan kebutuhan kekasihnya, selalu menuntut agar dipenuhi keinginannya kalau kekasihnya gagal memenuhi keinginannya maka dirinya bisa mendiamkan berminggu-minggu lamanya, hubungan yang terjadi di dalamnya bisa dikatakan keegoisan sepihak atau lebih memikirkan kepentingan diri sendiri daripada kepentingan bersama.

Padahal masing-masing pasangan memiliki tugas yang sama untuk belajar memahami dan mengerti dalam mengembangkan dan merawat kebutuhan hubungan cintanya mau seperti apa bentuknya, apakah penuh keegoisan dan keburukan ataukah penuh ketenangan dan kedewasaan.

Kata lainnya, kedua pasangan wajib mengembangkan perilaku yang membangun karakteristik hubungan cinta agar romantis melalui persamaan visi misi ke depannya untuk menghasilkan keselarasan dan kemesraan hubungannya. Tujuannya untuk meningkatkan dan mengembangkan logika olah pikir dan olah rasa yang dimiliki oleh masing-masing pasangan dalam menjalani kehidupan cintanya.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

Membangun karakteristik hubungan cinta agar romantis diperlukan peran serta dan kesadaran dari kedua pasangan dengan menekankan keegoisan di dalam dirinya masing-masing

Seperti dikatakan sebelumnya apabila menginginkan hubungan penuh dengan keromantisan dan kemesraan diperlukan adanya kerja sama dari kedua pasangan, termasuk juga kebutuhan akan komunikasi secara terbuka dan jujur dalam membangun hubungannya, bukan hanya salah satu pihak saja yang bersedia secara ikhlas dan sadar dalam mengembangkan perilaku kerja sama tersebut.

Perilaku kerja sama dalam hubungannya dimaksudkan perilaku yang berorientasi pada kegiatan proaktif, inovatif dan evaluasi setiap waktunya sangat dibutuhkan untuk mengembangkan dan merawat kualitas hubungannya ke depan, lalu apa manfaatnya yang dapat dirasakan dari perilaku tersebut.

Tentu saja sang kekasih lebih bisa mengerti, memahami, menghargai dan memiliki kepekaan atas hubungan cintanya, istilahnya dirinya memiliki keseriusan dalam menjalani hubungannya atau tidak bermain-main seperti berpacaran berlama-lama, atau kalau tidak sesuai dengan harapannya minta putus sepihak.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

Bahwa pasangan yang memiliki orientasi persamaan visi misi ke depannya akan dinilai yang tinggi dan baik oleh kekasihnya karena keduanya bisa menjalani dan mengembangkan hubungan cintanya dengan lebih proaktif dan inovatif dalam mengupayakan skala keberhasilan hubungannya.

Hal tersebut menyangkut ketenangan, kenyamanan dan keamanan mengenai kebutuhan perasaan kekasihnya terutama kejelasan dan kepastian hubungan cinta ke depannya, istilahnya hubungan cinta yang dijalaninya bukanlah hubungan pemberi harapan palsu (PHP).

Menjalin hubungan cinta bukanlah menjalani sesuatu hal yang monoton dan membosankan, namun kita dituntut untuk selalu proaktif dalam memenuhi kebutuhan atas kenyamanan dan keamanan hubungannya, termasuk juga kita dituntut untuk terus mengembangkan inovasi terhadap bentuk model hubungannya dan mengambil risiko untuk berinvestasi dalam hal waktu, pemikiran, tenaga, usia dan upaya pengembangan hubungan cintanya.

Contohnya melalui jalan komunikasi secara terbuka dan jujur, nanti kita bisa lebih mengenal dan memahami siapakah diri sang kekasih yang sebenarnya. Dari sana kita bisa belajar mengenai kebiasaannya, pola pikirnya, kemarahannya, kesabarannya, daya juangnya, emosinya, egonya, cara dalam mengatasi dan menghadapi suatu masalah, apa saja kekurangan dan kelebihannya.

Bahwa dalam membangun karakteristik hubungan cinta agar romantis dibutuhkan dari masing-masing pasangan bukan berkuasa tanpa batas yang jelas, namun keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama tertuang di dalam komitmen yang dibuat dan disepakati secara bersama-sama untuk dilaksanakan penuh dengan rasa tanggung jawab.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

Apabila komitmen yang telah dibuat dan disepakati tidak dilaksanakan dengan baik maka kita akan kesulitan untuk memperoleh hubungan yang romantis dan mesra di dalamnya, baca juga membangun romantisme yang hangat.

Kesimpulan membangun karakteristik hubungan cinta agar romantis:

Untuk memperoleh hubungan cinta lebih dinamis, menyenangkan dan menyegarkan setiap waktunya diperlukan peran serta dan kesadaran dari masing-masing pasangan, apabila salah satunya tidak mau kerja sama dalam menekan keegoisan yang ada di dalam dirinya maka hubungannya bisa terindikasi kejenuhan, membosankan dan cenderung konvensional.

Kunci untuk membangun orientasi kemandirian hubungan cinta diperlukan persamaan visi misi ke depannya dari masing-masing pasangan untuk menghasilkan keromantisan dan kemesraan dalam menjalani kehidupan cintanya tanpa hal tersebut akan jadi sia-sia.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca membangun karakteristik hubungan cinta agar romantis, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Ada tanggapan lain?




ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Gravityscan Badge