Kontak Batin Cinta

Kerja sama untuk bahagia bersama pasangan

Kerja sama untuk bahagia bersama pasangan
Ilustrasi Kerja sama untuk bahagia bersama pasangan (sumber: Pixabay.com)
Dari Kisahcintasejati.com - tempat asyik belajar keromantisan cinta untuk kamu dan si dia.

Kerja sama untuk bahagia bersama pasangan salah satu cara untuk mencapai keadaan terbaik yang diharapkan dalam hubungan cintanya ke depan, kalau kita siap menjalin hubungan cinta terutama jangka panjang harus siap menerima derita apa pun kondisinya dan tidak boleh berhenti untuk berikhtiar untuk mengurangi perih cintanya karena indahnya hubungan cinta tergantung dari dalam diri kita sendiri.

Di sisi lain menjalin hubungan cinta harus siap menguras energi untuk mencapai bahagia dengan bersabar menerima dan menghadapi kekurangan maupun kelebihan pasangan kita untuk membangun kehangatan, keromantisan, dan kemesraan hubungan cintanya tiap waktu.

Lihatlah bagaimana hubungan cinta memaksa jutaan manusia untuk menurunkan ego, egoisnya dan beradaptasi dengan kebiasaan dan pemikiran pasangannya buat mencapai satu tujuan bersama di masa depan, yaitu pernikahan. Bila kita bisa melakukan itu semua maka hubungan cintanya akan memiliki kemampuan menahan dan melawan rasa sakit.

Kerja sama untuk bahagia bersama pasangan agar tidak membuat akal dan pikiran kita jadi buta akibat tidak bisa berpikir jernih dalam mengelola rasa yang ada dalam membangun cinta

Melalui kemampuan tersebut kita tidak hanya bisa belajar mengenal diri sendiri tetapi juga belajar mengenal pasangan kita secara lahir maupun batin sehingga kita bersama pasangan dalam menjalani hubungannya tidak ada kekhawatiran yang berlebihan dalam menghadapi kemungkinan yang buruk atau sesuatu yang tidak diharapkan.

Baca juga:  Pria Mudah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama ketimbang Wanita

Kata lainnya kita dan pasangan bisa mengatasi kebosanan dalam hubungan cintanya, termasuk juga keduanya bisa belajar menghadapi konflik bila ada suatu masalah yang datang dalam hubungannya. Istilahnya kita tidak bingung dan tahu bagaimana cara menghadapinya ketika mengetahui pasangan berubah tidak seperti biasanya.

Kalau kita malah bingung dan tidak tahu bagaimana cara menghadapinya bahkan menyalahkan pasangan “dulu dia orangnya romatis, perhatian, dan lain-lain” bisa dikatakan kita belum begitu mengenal siapakah pasangan kita secara lahir maupun batin.

Maka bisa dipertanyakan kembali apa niat kita yang sebenarnya dalam menjalin hubungan cinta, apakah serius menjalaninya untuk tujuan menikah atau sekedar ingin bermain-main menjalaninya dengan pacaran berlama-lama tanpa adanya batas waktu kapan menikah.

Perlu kita sadari juga dalam menjalani hubungan cinta tidak setiap hal sesuai dengan rencana yang kita atau pasangan harapkan, terkadang ada keinginan belum terwujud karena itulah selayaknya dalam menjalani hubungan cinta mengikutsertakan Tuhan di dalamnya dengan cara berdoa dan menyempurnakan usaha dengan berserah diri kepada Tuhan.

Istilahnya kita dan pasangan pasti memiliki harapan atau keinginan dalam hubungan cintanya, artinya kita dan pasangan sudah masuk di wilayah proses. Sedangkan Tuhan yang menentukan hasilnya, apakah gagal atau berhasil lebih mengenai soal bagaimana kita dan pasangan menata hati mengenai harapan atau keinginan tersebut agar tidak lupa diri.

Baca juga:  Cara Tepat Menenangkan Perempuan yang Sedang Menangis

Manfaat hubungan cinta dengan mengikutsertakan Tuhan di dalamnya mulai dari yang terkecil sampai terbesar bisa melahirkan kedewasaan proses hubungannya ke arah sana terus berkembang, keduanya sudah bisa menekan keegoan dan keegoisan dengan mendayagunakan hubungan cintanya untuk membantu menciptakan dan semakin berfokus membangun kehangatan, keromantisan dan kemesraan hubungannya ke depan.

Untuk membangun kehangatan, keromantisan, dan kemesraan hubungannya dibutuhkan kerja sama kedua pasangan untuk bahagia, caranya bersabar dan bersyukur dalam menjalani hubungan cintanya. Bersabar menapaki liku-liku hidup yang serba dinamis, bersyukur atas apa yang sudah dimilikinya bukan malah memaksa terus-menerus harus memenuhi keinginan sepihak bahkan tidak masuk akal dari salah satu pasangan.

Sikap bersabar dan bersyukur bisa menciptakan dan membentuk sebuah kerja sama dengan pasangan dalam membangun kehangatan, keromantisan dan kemesraan hubungannya yang tercermin dari sikap saling tolong-menolong, memberikan ucapan terima kasih, dan saling memaafkan bukan sikap saling merusak, menyalahkan, dan tidak mau dipersalahkan.

Baca juga:  Istilah Jomblo Tidak Mengenal Batasan Usia bagi Siapa Saja

Kalau kita menginginkan kehangatan, keromantisan dan kemesraan dalam hubungan cintanya tetap diperlukan kerja sama dengan pasangan itu wajib hukumnya, artinya untuk bahagia kita tidak bisa seenaknya sendiri agar pasangan menomorsatukan atau menuruti apa pun keinginannya kita tanpa memperhatikan keinginan pasangan kita.

Kesimpulan kerja sama untuk bahagia bersama pasangan:

Jangan sampai keegoan dan keegoisan kita sendiri membuat pendengaran, penglihatan, akal dan pikiran kita menjadi buta tidak bisa jernih dalam mengelola rasa yang ada dalam membangun kehangatan, keromantisan, dan kemesraan hubungan cintanya. Akhirnya hubungan yang dijalani bukannya membawa kenyamanan, ketenangan, dan kedamaian tetapi malah stres, dan hidupnya tertekan sebagai cikal bakal hancurnya sebuah hubungan.

Sedih dan senang yang terjadi di dalam hubungan cinta adalah bahan racik untuk mengolah kedewasaan kita bersama pasangan di dalam hubungannya, kedewasaan cinta sanggup melanjutkan pahit dan manis perjalanan hubungan cinta. Jadi hindari ego dan egois tetapi tekankan kerja sama bersama pasangan.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca kerja sama untuk bahagia bersama pasangan, silakan bagikan agar bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge