Kontak Batin Cinta

Kenali komunikasi narsis dalam hubungan cinta

Dari Kisahcintasejati.com, tempat asyik belajar keromantisan cinta untuk kamu dan si dia.

Kenali komunikasi narsis dalam hubungan cinta
Ilustrasi acak tentang Kenali komunikasi narsis dalam hubungan cinta (sumber: Pixabay.com)

Kenali komunikasi narsis dalam hubungan cinta adalah komunikasi yang menawarkan barisan janji-janji belaka dengan memilih tema yang seksi tetapi generik di dalamnya, tipe komunikasi semacam ini lebih difokuskan untuk membius telinga dan pikiran kekasihnya agar terpesona dengan pesonanya bisa membuat kekasihnya tidak bisa berpikir secara jernih karena terlena.

Cerminan komunikasi tersebut bisa dikatakan “komunikasi cari amannya saja” karena bentuknya kurang bisa memahami isi kedalaman visi misi kekasihnya secara utuh dalam menjalani hubungan cinta, komunikasi semacam ini seringkali dijumpai pada hubungan cinta sebatas bersenang-senang tanpa ikatan yang jelas.

Orangnya paling banyak menjanjikan atau menawarkan sesuatu hal yang indah-indah atau manis-manis saja seperti chat bersama kekasihnya tiap waktunya dengan melontarkan kata-kata gombal yang romantis, suka diajak makan atau jalan ke tempat yang gaul dan keren, memanjakan diri kekasihnya dengan sesuatu hal yang mewah.

Menuliskan status romantis yang lebay di sosial media, apapun kegiatan yang dilakukan bersama kekasihnya selalu foto selfie lalu diupload ke sosial media dengan diberi caption yang romantis dan lain-lain, di lain sisi orangnya memiliki tingkat keegoisan yang tinggi terutama menyangkut keinginannya harus dipenuhi, kurang peka terhadap kondisi kekasihnya, kurang mendengarkan kekasihnya dan kurang bisa memahami kekasihnya dengan baik.

Komunikasi yang dilakukan oleh dirinya kepada kekasihnya tentu saja dalam koridor pemikirannya yang sempit, istilahnya cenderung tertutup tidak bisa melihat sesuatu secara jelas dan terbuka atau terkotak-kotak. Apalagi dalam pengertiannya bahwa kekasih harus bisa memahami, mengerti, mengetahui dan memperhatikan segala macam kebutuhan apapun yang dia butuhkan (orangnya mau menang sendiri).

Tak heran pengalaman hubungan cinta bersamanya seringkali terjadi disharmonis atau ketidaktenangan, bahwa orangnya tidak pernah menghargai kualitas diri kekasihnya secara utuh termasuk juga kurang bisa menghargai perjuangan dan pengorbanannya untuk menyenangkan maupun membahagiakan dirinya, apapun yang dilakukan oleh kekasihnya selalu saja salah dan keliru.

Baca juga:  Empat Kebiasaan Sepele Ini dapat Merusak Hubungan Cinta

Kenali komunikasi narsis dalam hubungan cinta agar kita tidak terjebak dan terjerumus dalam pola hubungan yang tidak sehat dengan memperhatikan tiga hal:

Pertama, memahami kekasihnya secara utuh dan jelas.
Dalam menjalin hubungan cinta sering terjadi di dalamnya adanya dua dosa besar bisa mengganggu dan merusak perkembangan hubungannya ke depan, dua dosa besar tersebut adalah egosentris dan narsis yang dilakukan secara berlebihan. Tindakannya lebih mementingkan kepada kepentingan dirinya sendiri atau juga bisa tindakannya tidak mementingkan dirinya sendiri, namun untuk kepentingan hubungannya tetapi dilakukan dengan konsep acuan dirinya sendiri.

Masalah yang muncul orangnya tidak mau melihat visi misi kekasihnya dalam menentukan rumusan tema yang akan dibawa ke dalam hubungan cintanya ke depan, padahal rumusan tema dilakukan secara bersama-sama sebagai salah satu dasar komponen terpenting dalam penelaahannya (pemahaman) agar lebih mengenal dan mengetahui lebih lanjut apa isi benak dan hati kekasihnya.

Tak heran sering ditemukan beberapa pertanyaan yang muncul dari kekasihnya ketika menjalani hubungan cinta, isinya berkisar pada pertanyaan “kenapa dia sekarang kok berubah tidak seperti dulu”, “apa dia sekarang tidak mencintaiku lagi”, “apa kekuranganku selama ini padahal aku sudah memberikan semuanya”, “dulu orangnya romantis dan perhatian tetapi sekarang kok sukanya marah-marah” dan lain-lain.

Pertanyaan yang terjadi seputar harapan yang selama ini kita bayangkan sebelumnya ternyata berbeda jauh dengan kenyataan yang terjadi, hal tersebut dikarenakan kita tidak begitu mengenalnya secara human insight dalam cakupan yang lebih besar mengenai siapakah dirinya yang sebenarnya terutama menyangkut sikapnya, cara pandangnya, perilakunya dan kebiasaannya.

Baca juga:  Empat Kebiasaan Sepele Ini dapat Merusak Hubungan Cinta

Kalau kita mengenalnya secara human insight maka kita bisa lebih memahami dan mengenal sang kekasih lebih dalam lagi untuk menentukan sasaran komunikasi yang tepat dan efektif, misalnya orangnya akan berbunga-bunga di kala menatap kita, orangnya akan tertawa ketika melihat tontonan yang lucu, mendengar cerita lucu atau bercanda bersama kita.

Kedua, tahu akan konsep dirinya sendiri dengan jelas.
Keberhasilan suatu hubungan cinta ditentukan juga dari kemampuan kita dalam mengenal diri sendiri seperti apa kita orangnya, bagaimana keegoisan dan emosi yang kita miliki, apakah kita mau mendengarkan atau menolak secara keras nasihat dari orang lain, bagaimana daya juang kita miliki, bagaimana tingkat kemarahan dan kesabaran yang kita miliki, apakah kita bisa bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan.

Apakah kita bisa menghargai segala bentuk perhatian, perjuangan dan pengorbanan kekasih kita dalam menyenangkan dan membahagiakan diri kita, apakah kita lebih menyukai proses atau jalan instan dalam memperoleh suatu keinginan.

Kurangnya kemampuan dan pemahaman kita terhadap kekasih kita sangat berpengaruh besar pada kemampuan kita dalam mengenal dan memahami diri sendiri, istilahnya konsep diri (self concept). Tentu saja bisa melahirkan suasana ketegangan dan tidak harmonis di dalam hubungan cintanya.

Tak heran hubungannya akan dijumpai dengan istilah “tidak tahu diri” akibat dari kurangnya kemampuan dan pemahaman terhadap dirinya sendiri sehingga berakibat fatal dalam memahami dan mengenal diri kekasihnya maupun arah hubungannya ke depan, istilahnya memahami dirinya sendiri saja masih bingung, bagaimana bisa dirinya memahami kekasihnya.

Ketiga, memahami dengan jelas apa niatnya menjalin cinta.
Menjalin hubungan cinta dengan seseorang secara sadar maupun tidak sadar kita belum tahu secara jelas dan pasti apa isi pikiran dan hatinya seperti bagaimana sikapnya, perilakunya, pola pikirnya, pola rasanya, daya juangnya, caranya berkomunikasi, caranya mengatasi dan menghadapi masalah kehidupan, dan lain-lain.

Baca juga:  Empat Kebiasaan Sepele Ini dapat Merusak Hubungan Cinta

Disinilah pentingnya proses pengenalan untuk lebih mengenal dan memahami lebih lanjut siapakah kekasih kita yang sebenarnya agar kita tidak menyesal di kemudian hari, tujuannya agar kita bisa mengetahui dan memperoleh secara jelas apa kebiasaannya, apa persamaan visi misi yang kita miliki dengan sang kekasih untuk menyakinkan pikiran dan hati kita untuk bersedia menjalani hubungan jangka panjang.

Sayangnya tujuan proses pengenalan tersebut seringkali kita lupakan, jutaan menit kita habiskan waktu bersama sang kekasih sangat mudah diyakinkan dan asyik terpesona dengan faktor kemasan dari luar saja, tak heran kita jadi terkecoh ketika mengetahui kelakuan sang kekasih berubah 360 derajat berbeda juah dengan bayangan kita selama ini, baca juga kenali tipe pacar agar tidak terjebak harapan palsu.

Kesimpulan kenali komunikasi narsis dalam hubungan cinta:

Komunikasi yang terjadi hanya menawarkan barisan janji-janji yang indah-indah atau manis-manis saja tanpa ada pembuktian secara nyata, apalagi bentuk komunikasinya kurang bisa memahami visi misi pasangannya secara utuh disebabkan sang kekasih jadi terlena tidak bisa berpikir jernih akibat terpesona dengan pesonanya, supaya tidak tertipu maka kenali komunikasi narsis dalam hubungan cinta seringkali dijumpai pada hubungan cinta yang sebatas bersenang-senang tanpa ikatan yang jelas.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca kenali komunikasi narsis dalam hubungan cinta, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Ada tanggapan lain?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge