Inikah Emosi Cinta

Gaya mengemudi bisa memicu pertengkaran

Gaya mengemudi bisa memicu pertengkaran

Gaya mengemudi bisa memicu pertengkaran di antara laki-laki dan perempuan disebabkan adanya perbedaan cara pandang dalam mengemudi sebuah kendaraan, bagi laki-laki mengemudi adalah memaksimalkan keterampilan ruangnya yang berkaitan erat dengan lingkungan di sekitarnya, sedangkan perempuan mengemudi adalah bagaimana dirinya sampai di tempat tujuan dengan selamat.

Keterampilan ruang dalam mengemudi adalah kemampuan dalam menghadapi kondisi lalu lintas yang sesungguhnya selalu berubah-ubah tiap waktunya sehingga dibutuhkan kecermatan dan ketepatan dalam penggunaan kombinasi gas, rem dan perpindahan persneling juga bagaimana pengaturan kecepatan tinggi rendahnya saat berbelok, menghindar, berhenti dan parkir.

Gaya mengemudi bisa memicu pertengkaran disebabkan adanya perbedaan laki-laki untuk memaksimalkan keterampilan ruangnya sedangkan perempuan ingin sampai di tempat tujuan dengan selamat

Perbedaan tersebut bisa mempengaruhi dalam pengambilan sebuah keputusan dalam mengemudi seperti perbedaan dalam membaca dan memberikan arah petunjuk jalan, perbedaan cara memarkir terutama parkir mundur di tempat yang sempit atau parkir pararel, perbedaan merespon dalam membuat dan mengambil sebuah keputusan maupun menganalisa keadaan yang terjadi di jalan raya.

Perbedaan keterampilan ruang dan cara pandang dalam mengemudi di antara laki-laki dan perempuan seringkali dijumpai di jalan raya bahwa laki-laki menyukai mengemudi kendaraannya dengan kecepatan di atas rata-rata, perempuan yang ikut bersamanya akan selalu mengritik kekasihnya untuk pelan-pelan dalam mengemudi.

Perempuan mengritik karena memiliki kekhawatiran akan ketrampilan mengemudi kekasihnya bisa membuat suatu keputusan yang berbahaya atau ceroboh, misalnya kecelakaan. Untuk mengatasinya tidak perlu kita mengritiknya tetapi bersikaplah tenang, percayakan kepadanya dan biarkan sang kekasih mengemudi dengan tenang tanpa diganggu oleh kita.

Baca juga:  Betapa Konyolnya Mengandalkan Hubungan Cinta yang Labil

Kalau mau menegurnya gunakan tepukan tangan yang lembut diiringi dengan nada suara yang halus, “sayang, pelan-pelan dong aku takut”. Contoh lainnya bisa memunculkan suatu kondisi gaya mengemudi bisa memicu pertengkaran di antara keduanya, misalnya laki-laki mengajari kekasihnya bagaimana caranya mengemudi maka dalam proses mengajari kendaraan tersebut.

Laki-laki akan menggunakan instruksi yang jelas dan tegas di dalamnya seperti “pelan-pelan, lihat kanan atau kiri, banting kiri atau kanan, setengah putaran kanan atau kiri, putaran penuh kanan atau kiri, ganti gigi, tambah kecepatannya, injak remnya secara halus, lihat spionnya, awas ada orang atau kendaraan, konsentrasi”.

Dalam proses belajar mengemudi suatu waktu kekasihnya akan membawanya ke dalam kondisi tempat parkir yang ramai terutama parkir mundur atau pararel agar terbiasa dan tidak kaget, namun disinilah sering timbul pertengkaran karena perempuan tidak menyukai parkir mundur di tempat yang sempit apalagi parkir secara pararel.

Perempuan memiliki keterbatasan akan keterampilan parkir mundur di tempat yang sempit terutama parkir pararel seringkali ditemukan kesulitan, perempuan lebih memilih dan mencari untuk parkir mobilnya di tempat yang luas karena menurut perempuan parkir mundur di tempat yang sempit apalagi parkir pararel membutuhkan keterampilan untuk menganalisa perkiraan sudut dan jarak antara mobilnya dengan mobil orang lain.

Baca juga:  Tujuh Tanda Ini Kamu harus Segera Move On dari Mantan

Contoh lainnya perbedaan dalam memberikan dan membaca arah petunjuk jalan maka jangan pernah memberitahukan kepada seorang perempuan arah jalan dengan menggunakan bahasa petunjuk keterampilan ruang seperti, “dari jalan A nanti kamu jalan sejauh tiga kilometer ke arah timur setelah melewati tiga lampu lalu lintas nanti ada perempatan, kamu belok ke kanan terus jalan ke arah utara, kalau ada pertigaan belok kiri….”.

Namun gunakan bahasa petunjuk patokan jalan secara jelas seperti, “dari jalan A nanti kamu melewati pusat perbelanjaan D Mall, jalan terus saja sampai kamu ketemu pompa bensin di sebelah kiri jalan, tetap terus saja sampai melewati tiga lampu lalu lintas nanti ada perempatan, kamu belok ke kanan terus jalan sampai ketemu butik C di sebelah kanan jalan dan rumah makan A di sebelah kiri jalan, di depan ada pertigaan kamu belok kiri…..”.

Menggunakan bahasa petunjuk patokan jalan secara jelas, perempuan bisa menganalisa dan melihat secara cermat dan pasti dalam menemukan tempat tujuannya melalui patokan-patokan jalan yang diberikan kepadanya daripada melalui bahasa petunjuk keterampilan ruang bisa membuat seorang perempuan menjadi bingung.

Kalau tidak disikapi dengan baik adanya perbedaan dalam gaya mengemudi bisa memicu pertengkaran terutama dalam melihat dan membaca pola-pola petunjuk arah jalan, laki-laki bisa mengambarkan petunjuk tersebut menjadi gambar tiga sampai empat dimensi dalam benaknya untuk melihat gedung dan jalan akan terlihat lengkap melalui bahasa petunjuk keterampilan ruangnya sebagai navigasinya.

Baca juga:  Cara Move On yang Efektif Nggak Pake Lama Sekali

Sedangkan perempuan bisa mengambarkan petunjuk tersebut menjadi gambar dua sampai tiga dimensi dalam benaknya untuk membantunya dalam menghubungkan ketika melihat gedung dan jalan secara langsung untuk mencocokkan arah yang dilaluinya melalui bahasa petunjuk patokan jalan dan komunikasinya sebagai navigasinya.

Tak heran seorang perempuan akan ditemukan suka membicarakan apa yang menarik perhatiannya di sepanjang jalan terutama berkendaraan bersama kekasihnya, termasuk juga dalam mencari petunjuk arah jalan bahwa perempuan lebih suka bertanya kepada orang-orang di sekitar jalan tersebut kalau tersesat dibandingkan dengan laki-laki, baca juga mesra setelah bertengkar.

Kesimpulan gaya mengemudi bisa memicu pertengkaran:

Perbedaan cara mengemudi antara laki-laki dengan perempuan tidaklah sama, perbedaan tersebut mempengaruhi laki-laki dan perempuan dalam mengambil dan menghadapi sebuah keputusan di jalan raya yang selalu berubah-ubah kondisinya setiap waktu, apalagi laki-laki mengemudi untuk memaksimalkan keterampilan ruang yang dimilikinya sedangkan seorang perempuan mengemudi memiliki tujuan untuk sampai di tempat tujuan dengan selamat.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca gaya mengemudi bisa memicu pertengkaran, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Ada komentar lain sahabat?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge