Kenali Pola Cinta

Fase perubahan gaya pacaran yang patut diperhatikan

Fase perubahan gaya pacaran yang patut diperhatikan

Kita akan mengalami beberapa fase perubahan gaya pacaran yang patut diperhatikan di dalam hubungan cintanya karena membutuhkan pemikiran dan tenaga lebih ekstra lagi dari kita untuk mengkaji ulang kembali hubungannya ataukah tetap bertahan menjalani hubungannya.

Kita berani berpacaran tidak bisa ala kadarnya “seenaknya sendiri” tetapi membutuhkan usaha dan kerja keras dari kita maupun si dia untuk meraih apa yang diinginkan dalam membangun hubungan cintanya ke depan, apakah keromantisan ataukah keegoisan yang akan kita dapatkan.

Berpacaran tidak hanya membutuhkan proses yang panjang tetapi juga waktu yang lama untuk mengenal dan memahami karakter dan kebiasaan kita maupun si dia yang sebenarnya agar kita tidak bingung dalam bersikap, terutama ketika menghadapi perubahan yang terjadi di dalam hubungannya.

Mengetahui apa saja fase perubahan gaya pacaran yang patut diperhatikan oleh kita berdasarkan usia hubungannya sebagai salah satu cara agar tetap bertahan sampai menikah:

1. Usia hubungannya baru jalan sekitar 1 bulan.
Kita barusan jadian sama si dia masih menjalani fase awal yang belum memasuki 3 bulan usia pacaran bisa dikatakan “masih malu-malu kucing”, belum terbiasa dengan kehadiran pacar di dalam kehidupannya. Dalam fase hubungan ini sering dijumpai ikatan emosionalnya satu sama lainnya belum begitu kuat, keduanya masih dalam tahapan untuk saling mengenal satu sama lainnya.

Fase hubungan ini tidak ada salahnya memberikan apa yang terbaik dalam hubungannya seperti memberikan perhatian, obrolan yang menyenangkan sampai memberikan hadiah tidak perlu mewah-mewah atau mahal-mahal tetapi pilihlah hadiah yang bisa memperlihatkan usaha kita untuk menyenangkannya, tekankan pada awal hubungan ini buatlah kenangan yang sederhana saja.

Apabila kita jarang sekali memberikan perhatian sampai tidak melakukan obrolan yang menyenangkan bersama pacar dikhawatirkan si dia akan berubah pikiran untuk meninggalkan kita, termasuk jangan berharap banyak kepada pacar dengan menuntut secara berlebihan.

2. Usia hubungannya baru jalan sekitar 3 bulan.
Bahwa kita dan pacar sudah mengenal satu sama lainnya yang dulunya kaku “malu-malu kucing” sekarang sudah tidak ada lagi bahkan keduanya sudah banyak melewati berbagai macam kejadian, biasanya dalam fase ini keduanya sedang menikmati momen-momen romantisme berdua “dunia terasa milik berdua”.

Baca juga:  Pentingnya Perjanjian Pranikah sebagai Bentuk Perlindungan

Apa pun yang dilihat oleh keduanya adalah indah karena sudah tidak lagi mengatakan “aku” atau “kamu” tetapi sudah mengatakan “kita” dalam hubungannya, rasa sayang dan cinta yang lagi kuat-kuatnya atau hangat-hangatnya bisa dijadikan pengingat sebagai jalan keluar terbaik apabila ada masalah yang muncul.

Pengingat tersebut sebagai bekal yang kuat untuk menjalani hubungannya ke depan sebagai kenangan yang indah, terutama ketika menghadapi permasalahan yang muncul di masa depan dengan mengingat kembali ekspresi rasa cinta dan kasih sayang pada usia hubungan ini. Hindari juga sesuatu hal yang membuatnya tampak terikat bisa membuatnya frustrasi seperti obrolan serius.

3. Usia hubungannya sudah jalan sekitar 6 bulan lebih.
Hubungannya sudah memasuki pertengahan tahun, kita dan si dia sudah banyak melewati masa-masa manisnya hubungan cintanya. Kedua pasangan akan memasuki masa-masa kenyataan cinta, dimana dulunya selalu bersama pacarnya tetapi saat ini sudah tidak terlihat begitu biasa. Kita maupun si dia sudah kembali melakukan rutinitas seperti biasanya, misalnya melakukan hobi atau berkumpul bersama teman-teman dekat.

Dalam fase hubungan ini sering dijumpai tidak pernah lepas dari konflik, mulai dari perbedaan cara pandang sampai perbedaan kebiasaan tidak bisa disembunyikan lagi bahkan kerapkali menjadi sumber pertengkaran. Di sini diperlukan untuk mencari titik temu terbaiknya, bagaimana caranya keduanya belajar mencari pola penyelesaian masalahnya yang paling tepat disesuaikan dengan karakter dan kebiasaan masing-masing “belajar menghadapi konflik”.

Jangan pernah menghindari konflik yang terjadi seperti mendiamkan pacar berminggu-minggu lamanya atau menunda-nunda untuk menyelesaikannya. Kalau kita takut terlibat konflik sampai kapan pun, kita tidak akan bisa memiliki kedewasaan dalam hubungan cintanya. Caranya ingatlah apa yang kita perjuangkan untuk jadian bersamanya, apa yang membuat kita memilih si dia dan apa artinya si dia dalam kehidupan kita.

Jangan lupa ciptakan momen spesial dengan memilih hari jadi hubungannya atau hari ulang tahun, misalnya mengajaknya ke tempat-tempat romantis yang pernah kita bersama pacar kunjungi. Tujuannya kita masih peduli dan masih ada di sampingnya, sisi lainnya bisa membuat hubungannya jadi segar kembali.

Baca juga:  Betapa Konyolnya Mengandalkan Hubungan Cinta yang Labil

4. Usia hubungannya sudah jalan sekitar 1 tahun.
Kedua pasangan sering dijumpai ingin bernostalgia dengan mengingat kembali kenangan-kenangan yang sudah dilewatinya bersama-sama, apalagi keduanya sudah mulai memikirkan untuk membahagiakan dan menyenangkan pacarnya bukan hanya lewat acara yang monoton tiap minggu dilakukannya seperti makan-makan, jalan-jalan, nonton atau foto selfie berdua.

Tetapi kita mulai lebih memberikan sesuatu yang berharga dalam hubungannya seperti bagaimana berkomunikasi secara mendalam, memberikan perhatian yang tulus, berusaha untuk mengerti dengan kesabaran dan kelembutan. Namun juga dijumpai di dalamnya, munculnya “ke-aku-an” dari masing-masing pasangan.

Kita atau pun si dia ingin dikenal sebagai sosok pribadi yang utuh sebagai identitas di belakangnya dengan segala macam keunikan dimiliki oleh keduanya “kekurangan dan kelebihan”, apalagi sering ditemui keduanya mulai berfokus mengejar impiannya masing-masing yang ingin dicapai dalam hidup.

Disarankan jangan banyak terlalu menuntut dan menuntut kepada pacar agar dituruti apa yang menjadi keinginannya kita karena pacar mulai sibuk memikirkan impian pribadinya seperti menyelesaikan studinya ingin bekerja di tempat yang diinginkannya, mengambil kursus pengembangan diri, membesarkan usaha kecilnya menjadi besar dan lain-lain.

Kemungkinan besar hubungannya seperti ada jarak dan romantisme seperti menghilang tetapi jangan salah pacar masih tetap memikirkan kita hanya saja prioritasnya sekarang ingin mengejar impiannya, jadi jangan dihalang-halangi impiannya tetap tunjukkan rasa sayang seperti memberikannya semangat dan menemaninya mengejar impiannya.

5. Usia hubungannya sudah berjalan sekitar 2 tahun lebih.
Keduanya sudah jalan bersama melewati suka duka dan sudah merasa nyaman dengan kehadiran satu sama lainnya. Apalagi keduanya sudah mengerti dan mengetahui secara jelas bagaimana karakter dan kebiasaan pacarnya, sering dijumpai sudah mulai membicarakan level keseriusan hubungannya mau dibawa ke arah mana.

Dijumpai juga di dalamnya terkadang tidak merasa perlu lagi untuk berlaku manis sama pacarnya seperti mengumbar kegombalan cinta “janji-janji manis” bukan hal yang istimewa lagi karena itu semua tidak cukup untuk sekedar status semata “jebakan kenyamanan dalam hubungannya”, namun lebih menekankan melalui perbuatan nyata bisa dipertanggungjawabkan seperti kesabaran, pengertian, kelembutan sampai mengajak pacarnya menikah.

Baca juga:  Tanda kamu dan dia adalah pasangan yang cocok satu sama lain

6. Usia hubungannya sudah berjalan sekitar 4 tahun lebih.
Hubungan cintanya sudah menghadapi berbagai macam rintangan “suka dan duka” bersama-sama bahkan “kenyamanan” yang dirasakan oleh keduanya tidak perlu diragukan lagi. Kita atau pun si dia sudah memiliki pandangan terhadap komitmen hubungannya lebih serius lagi, tidak mau menjalani “drama” pacaran yang berujung ketidakpastian dan ketidakjelasan.

Dalam fase hubungan ini bisa menentukan arah kelanjutan hubungan jangka panjang ke depannya, apakah lanjut untuk menikah atau putus ditengah jalan. Pasangan akan bertanya kepada pacarnya “kapan menikah” akan selalu ada dalamnya, masalah komitmen pernikahan inilah sering ditemui adanya perpisahan apabila pacar belum siap untuk berkomitmen.

Perbedaan cara pandang mengenai komitmen hubungan jangka panjang antara pasangan dengan pacar akan berbeda bentuknya, apabila di satu sisi pasangan sudah siap untuk menikah tetapi di sisi lainnya pacar masih ingin bersenang-senang dulu tidak jelas kapan waktunya.

Tak heran pasangannya memutuskan untuk meninggalkan pacarnya untuk mencari orang lain yang bisa diajak serius, jadi jangan heran kalau ada orang yang menyebutkan mantannya sebagai pemberi harapan palsu (PHP) apabila sudah menjalani usia pacaran cukup lama lebih dari 4 tahun karena pacarnya tidak bisa memberikan kepastian dan kejelasan hubungan cintanya.

Kesimpulan fase perubahan gaya pacaran yang patut diperhatikan:

Ada titik-titik tertentu yang membutuhkan pemikiran dan tenaga ekstra dari kita untuk mengkaji ulang lagi hubungannya ke depan ataukah tetap bertahan menjalani hubungannya, jadi menjalani pacaran tidak bisa seenaknya sendiri dalam membangun hubungan cintanya ke depan. Apalagi membutuhkan waktu yang lama “proses panjang” untuk mengenal dan memahami karakter dan kebiasaan pacar yang sebenarnya agar tidak bingung dalam bersikap.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca fase perubahan gaya pacaran yang patut diperhatikan, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge