Inikah Emosi Cinta

Cinta dalam film drama berbeda dengan kehidupan nyata

Dari Kisahcintasejati.com, tempat asyik belajar keromantisan cinta untuk kamu dan si dia.

Cinta dalam film drama berbeda dengan kehidupan nyata
Ilustrasi acak tentang Cinta dalam film drama berbeda dengan kehidupan nyata (sumber: Pixabay.com)

Kehidupan cinta dalam film drama berbeda dengan kehidupan nyata bisa dikatakan realita kehidupan cinta yang sesungguhnya di tempat saat ini kita hidup, tinggal dan berjuang di dalamnya berbeda sekali wujudnya. Memang cinta yang kita rasakan di kehidupan nyata itu menyakitkan, menyedihkan, dan bisa membuat kita jadi sakit hati.

Namun kalau kita cerdas menyikapinya dan berpikiran positif bahwa cinta di kehidupan nyata itu jauh lebih indah dan manis bisa langsung kita merasakan sendiri pesona hangatnya cinta dari orang yang mencintai dan menyayangi kita dibandingkan cinta yang ada di film drama tidak akan pernah bisa kita miliki itu hanyalah cinta yang semu dibalik layar TV.

Seperti yang kita ketahui semua film drama yang pernah kita tonton adalah produk hiburan yang proses pembuatannya dari awal sampai akhir mengikuti apa maunya pasar atau rating yang ujung-ujungnya juga menyangkut marketing atau pemasaran agar produknya bisa diterima atau laku di pasaran.

Kehidupan cinta yang ada di film drama dibuat sedemikian rupa agar menarik perhatian orang untuk menontonnya sampai habis sebagai tontonan hiburan, tetapi di sisi lainnya juga dibuatlah dunia lain yang berbeda melalui film drama dengan realita kehidupan nyata (sudah capek dengan realita kehidupan cinta yang sesungguhnya).

Tak heran kehidupan cinta yang ada di film drama lebih banyak menjual mimpi dan fantasi sebagai topik utamanya, masalahnya yang terjadi kalau kita tidak cerdas menyikapinya dan tenggelam di dalamnya dengan berharap memiliki mimpi dan fantasi itu terjadi di dalam kehidupan kita, akhirnya kita tidak bisa membedakan “mana drama” dan “mana realita”.

Berikut ini beberapa macam fakta realita kehidupan cinta dalam film drama berbeda dengan kehidupan nyata yang saat ini kita tinggal dan hidup di dalamnya:

1. Dalam hal penampilan fisik berbeda jauh dengan kehidupan nyata.
Dalam film drama, di satu sisi lebih banyak memperlihatkan penampilan fisik yang cukup memanjakan mata, ada seorang cowok tampan selalu jadian sama cewek cantik terutama tokoh utamanya. Di sisi lainnya juga alasan inilah film drama tertarik untuk ditonton secara tidak langsung kita bisa cuci mata melihat wajah tampan atau cantik artis favorit kita.

Baca juga:  Istilah Jomblo Tidak Mengenal Batasan Usia bagi Siapa Saja

Apalagi di dalam film drama tokoh utamanya sengaja dibangun agar terlihat sempurna sewaktu bersama pasangannya, masalahnya yang terjadi kalau kita jadi membayangkan artis favorit kita itu pacarnya kita dan artis lawan mainnya itu adalah kita yang menjadi pasangannya itu yang gawat.

Sedangkan dalam kehidupan nyata, sering dijumpai seorang cowok tampan jatuh cinta dan bahagia bersama seorang cewek yang berparas biasa, ada juga seorang cewek cantik jatuh cinta dan bahagia bersama seorang cowok yang berparas biasa.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? balik lagi mereka yang berparas biasa bisa membius seseorang yang berwajah tampan atau cantik dengan “kualitas super” yang dimilikinya seperti perhatian, penyayang, peka, memberikan support dan lain-lain.

Jadi kalau ingin mempunyai pasangan yang tampan atau cantik, bagaimana caranya kita bersama si dia bisa mendewasakan dalam membangun kualitas hubungan cintanya ke depan. Istilahnya cowok ingin sekali disentuh egonya dengan memberikan support nyata dalam menemani perjuangannya dari titik nol, sedangkan cewek ingin sekali disentuh perasaannya dengan komunikasi dan perhatian.

2. Dalam hal materi atau kemapanan butuh namanya kerja keras dan perjuangan.
Dalam film drama, selalu dijumpai menawarkan sesuatu hal yang mewah-mewah, penuh dengan keindahan, kenikmatan dan kenyamanan dalam hidup. Di satu sisi ada tokoh utamanya diperlihatkan dalam cerita, apakah tokoh itu cowok atau cewek tiba-tiba hidup di lingkungan orang kaya semua kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Sedangkan di sisi lainnya ada tokoh utamanya juga diperlihatkan dalam cerita, apakah tokoh itu cowok atau cewek hidup dalam lingkungan penuh kekurangan dan berjuang untuk hidup. Di dalam film drama, kedua tokoh utamanya sengaja dipertemukan agar terlihat romantis jalan ceritanya maupun endingnya.

Bahwa keduanya bertemu karena suatu sebab kemudian keduanya saling jatuh cinta dan endingnya bahagia bersama pujaan hatinya, masalahnya yang terjadi kalau kita jadi membayangkan semua hal tersebut terjadi pada diri kita itu bisa gawat.

Sedangkan dalam kehidupan nyata, sering dijumpai semuanya butuh usaha, kerja keras dan perjuangan yang nyata bukan hasil instan bisa langsung kita dapatkan, contohnya saja mie instan sebelum menikmatinya kita harus membuat dulu step by step. Termasuk juga ingin punya pasangan orang kaya maka kita harus masuk ke dalam lingkungannya, bergaul ke tempat nongkrongnya, mengikuti gaya hidupnya, dan memiliki pola pikir yang sama dengan mereka.

Baca juga:  Cara Tepat Menenangkan Perempuan yang Sedang Menangis

Sebelum kita masuk ke dalam lingkungan pergaulannya maka kita harus memiliki uang untuk mendukung hal tersebut, untuk memiliki uang tentu saja kita wajib untuk bekerja secara cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup kita maupun kualitas sosial kita.

Kerja cerdas dalam artian bisa melihat apa saja potensi-potensi yang muncul bisa menghasilkan sebuah profit, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang, jadi kalau ingin memiliki pasangan orang kaya maka kita wajib memiliki “kualitas diri yang jelas” bukan hanya suka berharap nanti si dia akan datang dengan sendirinya seperti ada di dalam film drama.

3. Dalam hal penyelesaian masalah ditentukan dari cara penyelesaiannya.
Dalam film drama, selalu dijumpai jalan ceritanya terutama tokoh utamanya, mulai dari awal sampai akhir ceritanya selalu ditemukan berkali-kali ada masalah yang datang silih berganti dengan konflik yang hampir dijumpai terkadang tidak masuk akal, baik itu permasalahannya maupun cara penyelesaiannya.

Apalagi sering dijumpai tokoh utamanya di suatu jalan ceritanya apabila terjadi suatu konflik lalu hubungannya putus nyambung, ada konflik lagi lalu putus nyambung lagi dan ujung-ujungnya jadian lagi. Di dalam film drama kedua tokoh utamanya sengaja diciptakan konflik yang naik turun dari awal sampai akhir cerita dan setiap kali tertimpa masalah akan kembali bersama lagi.

Jalan ceritanya memang diciptakan untuk membuat penonton yang melihatnya jadi penasaran, bagaimana kelanjutan episodenya dan endingnya karena menyangkut untuk mempermainkan emosi penonton agar terbawa ke dalam jalan ceritanya. Apalagi kelangsungan film drama ditentukan oleh rating, marketing dan nilai jual di pasaran karena penonton tidak mau melihat cerita yang begitu-begitu saja bisa membuat penonton jadi bosan.

Sedangkan dalam kehidupan nyata, kalau hubungan cinta yang terjadi seperti di film drama berkali-kali dijumpai adanya konflik bisa dikatakan kedua pasangan tidak mampu untuk bekerja sama dalam menyelesaikan konflik yang terjadi, lama-lama hubungannya bisa berubah menjadi tidak sehat, penuh dengan keegoisan dan selalu dijumpai adanya miskomunikasi.

Baca juga:  Cara Tepat Menolak Cinta Cewek Tanpa Menyakiti Perasaannya

Bahwa kualitas hubungan cinta yang dewasa dan matang apabila terjadi suatu konflik, kedua pasangan mampu menyelaraskan satu sama lainnya dalam hal penyelesaian konflik untuk mencari titik temu terbaiknya. Istilahnya kedua pasangan bisa menghadapi dan menyelesaikan konflik dengan baik bukan malah membuat konflik baru seperti acara putus nyambung, marah-marah tidak jelas, berselingkuh atau mendiamkan berminggu-minggu lamanya bisa dikatakan “hidupnya penuh dengan drama”.

Tidak masalah kita suka nonton dan menikmati jalan ceritanya yang ada di film drama tetapi jangan sampai kita masuk terlalu dalam sehingga tidak bisa lagi membedakan mana “dunia nyata” dan “dunia fiksi”, cara yang tepat bisa kita ambil dari film drama adalah ambillah pelajaran positifnya yang melatarbelakangi film drama tersebut.

Istilahnya kita harus cerdas dalam menyaring apa pun yang masuk ke dalam pikiran kita agar tidak terjebak pada dunia lain yang hanya bisa menjual mimpi dan fantasi belaka, akhirnya kita jadi tidak bisa melihat ada orang yang mau serius sama kita, bingung bagaimana caranya melakukan proses PDKT dan bingung berkomunikasi sama orang yang kita sukai di dunia nyata.

Kesimpulan cinta dalam film drama berbeda dengan kehidupan nyata:

Sering dijumpai kehidupan cinta yang ada di film drama lebih banyak menjual mimpi dan fantasi sebagai topik utamanya, apalagi film drama adalah produk hiburan yang mengikuti rating, marketing dan nilai jual di pasaran. Masalahnya yang terjadi kalau kita tidak cerdas menyikapinya, akhirnya kita tidak bisa membedakan “mana drama” dan “mana realita”.

Seindah-indahnya dan seromantis-romantisnya kehidupan cinta yang ada di film drama tidak pernah akan bisa kita miliki seutuhnya karena itu hanyalah cinta yang semu, walaupun cinta di kehidupan nyata itu menyakitkan kalau kita cerdas menyikapinya bisa jauh lebih indah dan manis karena kita bisa memiliki dan merasakan hangatnya cinta dari orang yang mencintai dan menyayangi kita.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca cinta dalam film drama berbeda dengan kehidupan nyata, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge