Cinta buta sekolah baruku

Cinta buta sekolah baruku

Salam kenal namaku vera rosita karena mutasi orangtuaku mulai musim ajaran baru ini aku terpaksa pindah sekolah ke SMA bakti masuk di kelas 2A, walaupun sedih meninggalkan teman-temanku tetapi sekarang tujuan utamaku bukan mencari cinta dan teman-teman baru sebanyak-banyaknya.

Di sekolah SMA ini aku menerima dan mendapatkan nasihat kecil dari guru-guru dan teman-temanku, jangan pernah sekali-sekali berurusan dengan pengurus OSIS tetapi sayangnya aku menghiraukan perkataan mereka sebelum bertengkar dengan salah satu dari pengurus OSIS tersebut dan sekarang aku terpaksa harus mengikuti permainan dari mereka.

“Vera, kalau begitu kamu duduk di belakang ada bangku kosong disana” ucap wali kelasku, “iya pak” kataku membalasnya. Ketika aku menuju ke bangku kosong yang ada di belakang, aku menyapa cowok cakep yang duduk di sebelah mejaku “salam kenal” tetapi cowok itu terlihat cuek dan tiba-tiba mataku melihat ada paku payung banyak di kursiku.

Langsung aku berkomentar keras dan melaporkan ke wali kelasku dengan suara lantang karena aku benci banget dengan namanya peloncoan, “Pak, ada yang menaruh paku payung di atas bangku saya”. Tiba-tiba cowok yang ada di sebelah mejaku mengeser kursinya dengan keras “greeeek” dan tatapan matanya sangat menakutkan dan dingin kepadaku.

Herannya wali kelasku tiba-tiba lari keluar dari dalam kelas dan teman-teman sekelas tiba-tiba diam membisu “apaan nih kok kelas ini yang benar saja” kataku, secara tiba-tiba cowok yang ada di sebelah mejaku itu berkata “duduklah, aku tanto harmiya salam kenal”.

Ternyata cowok itu bos di sini tetapi aku tidak terima lalu kubanting kursi yang penuh dengan paku payung tersebut ke belakang, lalu kuambil kembali dan duduk dengan hati kesal “tidak kusangka hari pertama aku jadi target korban peloncoan, sudah begitu cara bicaranya tadi” kataku dalam hati.

Baca juga:  Teknik membuat LDR makin seru agar tidak bosan

Aku kaget ada ucapan “membosankan, sudah pulang sana kamu” ucap cowok itu, “apa” kataku dan bel sekolah berbunyi ting tong ting tong rupanya waktunya istirahat dan aku keluar dari kelas. Tiba-tiba ada yang memanggil namaku “veraaa” dan aku kaget setengah mati mereka mendengkapku dan langsung menyeretku menjauhi dari kelas 2A.

Dengan suara kaget setengah mati ketika aku melihat mereka ternyata dua temanku dari kelas 2A “maaf iya tadi, kami tidak bisa menolongmu. Kamu sudah tahu dengan gosip tentang sekolah ini?” ucap salah satu temanku. “Iya aku sudah tahu, katanya harus berhati-hati dengan pengurus OSIS” balasku.

“Jangan keras-keras ngomongnya” kata dua temanku seperti ketakutan setengah mati. “Memang kenapa sih?” ucapku yang keheranan, lalu kedua temanku menceritakan kalau di sekolah ini tidak ada seseorang yang bisa hidup. Kalau sampai menentang para pengurus OSIS, lagipula jabatan pengurus OSIS di sekolah ini ditentukan oleh besarnya uang sumbangan karena itu guru-guru di sini tidak berani sama mereka untuk mengambil tindakan tegas.

“Jadi sekolah ini tempat bermainnya anak-anak kaya itu” kataku dengan kaget, “iya, pokoknya kamu harus hati-hati, jangan sampai terlibat dengan mereka. Oh iya tanto harmiya dari kelas kita 2A” tiba-tiba perkataan kedua temanku dipotong oleh pengurus OSIS “waduh-waduh kalian sedang menggosipkan pengurus OSIS iya?” kata pengurus OSIS.

Ketika aku melihat mereka tiba-tiba hatiku menjadi dag dig dug “yang tadi itu para pengurus OSIS? cakep banget dan keren habis” ucapku dengan perasaan meleleh dan terpesona, ternyata pengurus OSIS di sekolah ini tidak begitu menakutkan tetapi keren-keren dan cakep-cakep.





Artikel Lainnya:

Artikel Cinta Terbaru via email

Tulis emailnya di bawah ini:


DMCA.com Protection Status

Ada satu komentar

Tulis komentarnya

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *