Apa Artinya Cinta

Cinta akan datang pada waktu yang tepat

Cinta akan datang pada waktu yang tepat

Cinta akan datang pada waktu yang tepat apabila kita telah selesai dengan diri kita sendiri atau kita sudah siap untuk bisa menerima cinta tersebut dengan baik, kalau berbicara mengenai cinta maka berkaitan erat dengan kesiapan mental kita, baik itu secara lahir maupun batin.

Cinta menyangkut adanya suatu ikatan keseriusan dan pertanggungjawaban mutlak bagi seseorang yang bersedia menjalin cinta, jadi dibutuhkan adanya niat dan tujuan yang jelas di dalamnya. Untuk apa kita menjalin cinta, apakah serius dalam membangun hubungan atau sekedar main-main saja.

Kalau hubungan hanya sekedar main-main saja seringkali ditemukan di dalam hubungannya penuh dengan keegoisan seperti tidak mau belajar mengenal pasangannya, tidak mau menerima kekurangan maupun kelebihan pasangannya, mau menang sendiri, rasa kasih sayang memudar, kepedulian sirna, kejujuran hilang, cinta dan empati perlahan-lahan terkikis.

Tak heran seseorang dalam menjalin cinta hanya sekedar main-main, sifat kasih sayangnya jarang ditemukan bisa membuat hubungan yang dijalaninya berubah menjadi tidak sehat penuh dengan ketidaktenangan dan ketidaktenteraman, padahal cinta bisa melahirkan sikap mental yang suka memberi, mengasihi dan mencintai terhadap pasangannya sebagai wujud nyatanya.

Namun kembali lagi, apa niat dan tujuan seseorang dalam menjalin cinta. Seseorang tidak mungkin mendapatkan sentuhan cinta yang baik apabila tidak didorong oleh pikiran yang serius dan hati yang ikhlas dalam menjalani hubungan cinta.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

Memang hal tersebut bisa menjadi berat bagi seseorang yang tidak memiliki niat dan tujuan yang jelas sehingga perilakunya seringkali ditemukan mengecewakan seperti egois, mau menang sendiri, lari dari masalah, menyalahkan sesuatu, sering mengatakan kalau kekasihnya tidak peduli atau tidak mengerti dirinya.

Sedangkan bagi seseorang yang memiliki niat dan tujuan yang jelas akan menjadi ringan dalam menjalin cinta karena di dalam pikiran dan hatinya ada kasih sayang, dia memahami bahwa menjalin cinta adalah aktualisasi jiwa yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kegiatan manusia dalam bidang hubungan sosial kemasyarakatan (menikah).

Pelaksanaan cinta yang sesungguhnya berlangsung secara teratur atau seirama dapat mempengaruhi kita dalam cara berpikir, bersikap, bertindak, dan kepekaan dalam merasakannya agar terwujudnya kebahagiaan, ketenangan dan ketenteraman di semua segi kehidupan. Bahwa eksistensi hubungannya selalu bersentuhan dan berhubungan dengan kenyataan yang ada.

Metodologi cinta akan datang pada waktu yang tepat dengan menjadikan jalan kelembutan dan kasih sayang sebagai dasar paling utama dalam membangun cinta

Jalan tersebut berupa kelembutan dan kasih sayang, tentu saja dilakukan dengan kesabaran, ketelatenan, kerja keras dan kerjasama dari kedua belah pihak. Namun apabila hubungannya ada yang salah maka lakukanlah atau memberitahu dengan cara yang baik pula, jangan pernah menghujat, atau merendahkan pasangan kita dengan cara-cara yang buruk.

Baca juga:  Perempuan Terlahir sebagai Sosok yang Menguatkan

Bertujuan untuk membangun dan memantapkan hubungan cintanya dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebaikan lokal agar kebahagiaan, ketenteraman dan kedamaian tetap terjaga dan terwujud di tengah-tengah kehidupan yang semakin angkuh dari hari ke hari.

Hal tersebut bisa membuat kita maupun pasangan kuat dalam menghadapi beratnya kehidupan seperti kacaunya perekonomian, hilangnya rasa malu, kerisauan dalam menghadapi kehidupan, terjadinya anarkisme sosial, kebingungan dalam rangka berpikir, jiwa yang melemah banyak memutuskan untuk memilih jalan pintas dan hilangnya daya obyektivitas dalam menghadapi suatu permasalahan.

Seseorang yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebaikan lokal akan memperhatikan keamanan dan kenyamanan perasaan dirinya maupun pasangannya dalam menjalani hubungan cinta sebagai faktor utamanya, tidak mau menjalani suatu hubungan cinta dalam keadaan tidak menentu (hubungannya ada kejelasan kedepannya).

Ketika kedua belah pihak telah memutuskan bahwa hubungannya jelas mau dibawa arah mana (pernikahan) maka cinta yang baik akan datang manakala situasinya telah memungkinkan atau hubungan cintanya dapat dipertanggungjawabkan secara lahir maupun batin.

Baca juga:  Empat Cara agar bisa Mendambakan Kesempurnaan Cinta

Tuhan tahu kapan, di mana dan kepada siapa cinta yang baik diberikan kepada orang-orang yang memiliki niat dan tujuan yang jelas dalam menjalin cinta maupun setiap harinya tiada henti-hentinya meningkatkan kualitas dirinya.

Cinta akan datang pada waktu yang tepat apabila diri kita telah siap belajar untuk mengerti dan memahami kelebihan maupun kekurangan diri kita sendiri termasuk juga dapat menekan keegoisan yang kita miliki, kata lainnya kita bukan lagi orang yang labil,

Berawal dari sana kita bisa belajar untuk menerima kelebihan maupun kekurangan pasangan kita termasuk kebiasaannya dalam menjalani hubungan jangka panjang, baca juga cinta datang dari mata turun ke hati.

Kesimpulan cinta akan datang pada waktu yang tepat:

Jika kita telah siap secara mental lahir maupun batin untuk menjalaninya, tercermin dalam caranya kita berpikir, bersikap, bertindak, dan kepekaan dalam merasakannya sebagai aktualisasi jiwa yang dimanifestasikan dalam hubungan sosial kemasyarakatan atau bahasa kerennya menikah.

Terima kasih sobat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca cinta akan datang pada waktu yang tepat, jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Sobat ada tanggapan lain?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge