Kenali Pola Cinta

Cara menghadapi pacar pengangguran

Dari Kisahcintasejati.com, tempat asyik belajar keromantisan cinta untuk kamu dan si dia.

Cara menghadapi pacar pengangguran
Ilustrasi acak tentang Cara menghadapi pacar pengangguran (sumber: Pixabay.com)

Cara menghadapi pacar pengangguran tidak ada usaha darinya untuk mencari pekerjaan apalagi kita sudah berusaha memberikan segala macam informasi pekerjaan tetapi sering diabaikan olehnya, kita juga bingung bagaimana harus bersikap dalam menghadapinya sepertinya dia tidak ada inisiatif yang keras untuk bertanggung jawab kepada dirinya sendiri.

Tentu saja kita bingung bagaimana harus bersikap untuk mengerakkan hatinya agar dia memahami tanggung jawabnya apalagi kalau kita pribadi orang yang “caretaker” secara cepat mengambil alih tanggung jawab dalam hubungannya untuk membantu pacar kita dengan berusaha mencari-cari informasi pekerjaan supaya dia bisa secepatnya bekerja.

Sayangnya sikap kita untuk membantu sang pacar malah di respons sebaliknya, dia semakin tidak berbuat sesuatu untuk dirinya seperti berubah menjadi malas, cepat menyerah, cuek dengan kondisinya bahkan parahnya menyalahkan apa pun yang kita diperbuat untuk membantunya.

Cara menghadapi pacar pengangguran tidak ada usaha keras darinya untuk mencari pekerjaan bahkan info pekerjaan sering diabaikannya lama-lama membuat pacar jadi malas

Niat kita untuk membantunya mencari-cari informasi pekerjaan semata-mata hanya ingin memberikan semangat dan dukungan kepadanya supaya dia berusaha bangkit dari keterpurukan ternyata dianggap keliru oleh sang pacar, apa pun yang dilakukan dan dikerjakan oleh kita untuk membantunya dianggap salah bahkan diminta bekerja juga salah olehnya.

Baca juga:  Kenali 10 Tanda Cewek yang Sudah Siap Menikah

Hal ini bisa terjadi bila kita sedang berhadapan dengan seseorang yang harga dirinya lagi jatuh atau sedang turun sehingga sikapnya berubah seperti yang disebutkan di atas, jangankan kita sendiri bahkan sahabatnya sendiri untuk mendorongnya dengan keras atau memaksakan agar dia bekerja sebagai bentuk tanggung jawab kepada dirinya juga dikatakan salah apalagi kalau kita hanya duduk diam atau membantu mencarikan pekerjaan juga jadi serba salah di matanya.

Keadaan kekasih yang lagi jatuh harga dirinya apalagi tidak mampu untuk bangkit lagi sering kali ditemukan perilakunya seperti seharian di rumah saja tidak melakukan aktifitas apa pun, suka bermalas-malasan, lebih banyak tidurnya, sering meminta uang untuk kesenangannya sendiri dengan alasan jenuh, kerjaannya nonton tv seharian, dan lain-lain.

Perilakunya seperti tidak mempunyai rencana yang jelas akan hidupnya ke depan bahkan kalau diajak berbicara mengenai masalahnya bagaimana perkembangannya dalam mencari pekerjaan sering kali menghindar atau malah menyalahkan kita dikatakan cerewet, tidak mengerti perasaannya dan lain-lain.

Tentu saja sikapnya pacar seperti itu bisa membuat kita menjadi miris mendengarnya, tiap hari kita selalu menghadapi konflik batin mulai dari rasa kasihan, sedih, kesal, dan marah campur jadi satu. Kondisi pengangguran yang dihadapi oleh pacar kita lama-lama akan menimbulkan konflik dan ketegangan berkepanjangan dalam hubungan kedepannya bila sang pacar tidak ada niat serius untuk berubah.

Baca juga:  Maksud Ucapan Cewek Mengatakan Kamu Terlalu Baik Buat Aku

Cara menghadapinya sempatkan waktu bersama-sama dengannya agar dia bersemangat dalam mencari kerja itu salah satu bentuk dukungan kepadanya, misalnya menemani pacar dalam acara job fair. Bicaralah secara terbuka dan jujur apa adanya tidak perlu ditutup-tutupi kepada sang pacar mulai dari apa yang kita rasakan, inginkan dan harapkan darinya juga bicarakan juga apa yang dia rasakan, inginkan dan harapkan dari kita.

Jangan terlalu memanjakan pacar dengan sering memberikan sejumlah uang tertentu dengan alasan kasihan kepadanya, ini bisa membuatnya jadi manja dan malas untuk mencari pekerjaan. Kurangi melakukan aktifitas pacaran di luar yang membutuhkan banyak biaya terutama kalau cowok kita belum bekerja, ini menyangkut egonya merasa direndahkan setiap keluar berpacaran selalu kita yang membayarnya walaupun kita tidak mepermasalahkannya.

Mungkin saja dari pembicaraan ini dia bisa jadi malah menghindar, kesal, marah-marah bahkan mogok berbicara dengan kita tetapi apa pun yang terjadi kita harus bisa menguasai situasi ini. Katakan kepadanya, “ini bukan saja masalahmu tetapi ini masalah kita, apa pun usaha yang kamu lakukan, aku akan mendukungmu dan membantumu, kamu punya aku karena ini hubungan kita”.

Setelah kita melakukan pembicaraan tersebut maka perhatikan saja, bagaimana reaksinya beberapa hari ke depannya. Apakah ada perubahan yang terjadi atau malah tetap saja tidak ada perubahan yang terjadi, awalnya kita bisa meminta bantuan kepada orang yang dihormati oleh pacar kita untuk berbicara kepadanya.

Baca juga:  Kenali 4 Tanda Kamu Sudah Siap untuk Jatuh Cinta Lagi

Berikan batas waktu sampai kapan kita bisa menerima keadaan ini terutama bila dari orang yang dihormatinya tidak ada perubahan yang berarti, apalagi lama-lama dia tidak bisa dipahami lagi makin hari makin tambah parah. Akhirnya bisa mengganggu ketenangan dan kebahagiaan hubungan ke depannya, jalan terbaiknya minta putus darinya buat apa menghabiskan waktu untuk orang yang tidak bisa bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.

Kesimpulan cara menghadapi pacar pengangguran:

Tidak ada usaha darinya untuk mencari pekerjaan apalagi segala macam informasi pekerjaan dari kita sering kali diabaikan olehnya bahkan dia berubah jadi malas, cepat menyerah, dan cuek dengan kondisinya. Bicaralah secara terbuka dan jujur apa adanya tidak perlu ditutup-tutupi, perhatikan reaksinya dalam beberapa hari kedepannya apa ada perubahan atau tidak, bila tidak ada perubahan masih tetapi saja maka jalan terbaiknya minta putus saja.

Terima kasih sobat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca cara menghadapi pacar pengangguran, jangan lupa membookmark atau berbagi artikel ini ke teman-temanmu, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Sobat ada tanggapan lain?




ARTIKEL LAINNYA

6 balasan untuk artikel ini

  1. Aku laki-laki dan aku sangat mencintai perempuanku ini.
    Dia yang terbaik untukku dan dia mencintai aku apa adanya, bahkan sejak aku masih kerja dengan gaji so so sementara dia sudah cukup mapan, setidaknya begitulah menurutku.
    Kami sama-sama perantau asal Sumatera yang mencari nafkah di Jakarta.

    Tahun 2014 quarter-1, dia diputus kontrak dari pekerjaannya di bidang perbankan.
    Awalnya aku fikir tidak begitu masalah karena dia sudah kenyang pengalaman sejak 2010, dan akan segera mendapatkan pekerjaan yang sama di perusahaan lain.
    Dan kami sepakat agar orangtuanya tidak perlu tau kondisinya yang lagi nganggur.
    Kami tidak mau merepotkan mereka.

    Well pada akhirnya ini mengakibatkan aku harus keluar uang yang banyak bagiku.
    Karena begitu pesangonnya habis, tahun 2015 aku harus membiayai seluruh biaya hidupnya (kost, makan, pulsa, everything….) selama 3 bulan berturut-turut sampai akhirnya dia mendapatkan pekerjaan.
    Setelah dia bekerja, aku juga cukup sering membelikannya barang-barang seperti ponsel baru, TV, pakaian2, sepatu2, jam tangan, beberapa perhiasan, karena simple, aku ingin memperlakukan pacarku dengan baik dengan batas-batas yang menurut aku cukup wajar, dan itu semua tulus.
    Dan karena aku senang dia kembali semangat dan menjalani rutinitas normalnya.

    Tapi….. sekarang masa-masa sulit itu terjadi lagi di tahun 2016.
    Dia kembali menganggur sejak awal Juni 2016 dan aku harus kembali membiayai hidupnya sejak Agustus, dan ini sudah bulan ke-4 (November), dan tampaknya masih akan berlanjut sampai tahun depan, entahlah…..
    Ini seperti mimpi buruk yang berulang, aku sampai sangat trauma dengan keadaan ini, di mana aku pasti lagi-lagi harus keluar uang yang bagi aku cukup banyak kalau dia lagi-lagi menganggur.
    Dan aku harus superhemat sekarang demi dia.

    Kadang aku sangat kesal karena menurutku dia tidak berusaha maksimal untuk mencari pekerjaan.
    Aku cukup sering terprovokasi untuk menuntutnya berusaha lebih extra maximal lagi dan sering berakhir dengan pertengkaran yang cukup serius.
    Setiap pertengkaran berakhir, dia tampak sangat terpuruk dan aku selalu merasa bersalah dan kasihan dengannya.
    Ah… Masalah ini memang sangat complicated.
    Tapi yang jelas dia memang berusaha, dan menurut dia, sudah maximal, I could not tell…

    Aku mencoba memberinya opsi lain seperti memulai bisnis kecil yang mungkin dapat membantu menutupi biaya bulanannya, aku akan bersedia memodalinya dari biaya pernikahan yang sedang aku tabung. Setidaknya kami harus berani mencoba memulai usaha sesuatu.
    Tapi sepertinya otak kami sama-sama mentok dan gak tau harus memulai bisnis apa.

    Well…pacarku yang malang, dan aku..? Akulah yang pada akhirnya yang paling malang dan paling stress harus mencari uang lebih untuk biaya bulananku dan bulanannya.
    Padahal di saat yang sama aku harus membayar cicilan rumah, asuransi, biaya lain2, dan yang paling menghabiskan energi adalah menabung untuk biaya pernikahan kami.
    Aku sudah sangat lelah dan sering kali stress, bad mood all the time.

    Aku jadi sering cemas melamun sendiri membayangkan betapa besarnya beban finansialku, belum lagi stress karena urusan kerjaan di kantor, belum lagi harus memperhatikan kondisi mental dan psikologis pacarku ini.

    Tapi aku gak akan menyerah dengan wanitaku ini. Aku akan selalu medukungnya dan menyemangatinya.
    Semoga situasi sulit ini segera berakhir.

    1. wajarlah sobat sering lelah dan stres campur bad mood karena sobat yang menanggung semua beban finansial, memang niat dan tujuannya sobat baik ingin membantunya tetapi niat baik yang sobat lakukan sepanjang waktu, malah membuat ceweknya sobat menjadi mengampangkan segala urusannya (ceweknya jadi malas untuk berusaha). sobat mau superhemat demi cewek itu, apakah ceweknya juga mau superhemat seperti yang sobat lakukan?? apalagi posisi ceweknya sobat bukanlah istri masih sebatas pacar, jadi sobat tidak ada kewajiban untuk memenuhi kebutuhan bulanannya. kecuali, jika cewek itu sudah menjadi istrinya sobat. baca juga hindari aset bersama sebelum menikah atau ruginya tabungan bersama untuk menikah

    1. jangan menyerah terus-menerus berusaha dan berdoa, jangan gengsi untuk melamar pekerjaan dari posisi bawah dan hindari saat interview tidak menanyakan gaji, kecuali perusahaannya sendiri yang ingin mengungkapkannya. kenali potensi diri dan kualifikasi yang dimiliki bahwa sobat bisa melakukan pekerjaan yang dilamarnya, atau pelan-pelan membangun usaha kecil-kecilan (start-up bisnis)

  2. Pacar pengangguran memang memusingkan, menyita waktu dan gampang ngambek, tapi diputuskan juga susah, malah nyalahin kita, hadeeuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge