Inikah Emosi Cinta

Cara mengatasi kecanduan belanja sebelum menikah

Cara mengatasi kecanduan belanja sebelum menikah

Cara mengatasi kecanduan belanja tidak hanya ditemui oleh perempuan saja namun laki-laki juga seringkali dijumpai biasanya menyangkut hobi kesukaannya, apalagi kondisi keduanya masih belum menikah dan sudah memiliki uang sendiri yang berasal dari gajinya bisa membeli apa pun yang diinginkannya.

Kondisi tersebut bisa jadi mengampangkan hidupnya dengan memiliki pemikiran bahwa tiap bulannya pasti bisa pegang uang lagi dan kebutuhannya masih belum banyak apalagi masih tinggal dengan orang tua tidak terlalu direpotkan untuk membayar tagihan lainnya, kebiasaan ini kerapkali membuat diri kita jadi bangkrut di akhir bulan pada akhirnya kita jadi kesulitan buat menabung.

Kebiasaan godaan belanja ini kalau tidak segera diatasi maka sebesar apa pun gaji yang kita miliki lama-kelamaan pasti akan habis juga bahkan tabungan akan ikut juga dikorbankan buat memuaskan hasrat sesaat, memang tidak bisa dipungkiri bahwa gaya hidup masa sekarang kerapkali berorientasi hanya kepada tren semata, tanpa berpikir panjang dan hanya memikirkan keinginan sesaat.

Seseorang yang kondisinya masih belum menikah dan memiliki uang sendiri apalagi gajinya lumayan besar, tiba-tiba memegang sejumlah uang yang begitu banyak ingin membeli apa pun yang diinginkannya. Sebelumnya tidak bisa membeli sesuatu yang diinginkannya karena dibatasi dulunya jumlah gajinya relatif kecil atau juga bisa masih memperoleh dari orang tua.

Baca juga:  Perempuan Terlahir sebagai Sosok yang Menguatkan

Kaget dengan kondisi barunya sekarang, akhirnya bisa memuaskan hasrat keinginannya yang dulu kurang bisa diwujudkan dengan gila berbelanja apalagi sebelumnya tidak terbiasa untuk mengatur keuangan pribadi disebabkan tidak dibiasakan oleh orang tuanya untuk belajar mengelola uang sakunya terlebih dahulu atau disuruh menabung terlebih dahulu kalau menginginkan sesuatu.

Kalau perilaku hidup kita seperti ini terus-menerus maka kita bisa menjadi orang yang merugi di masa depan bahkan parahnya akibat kebiasaan gila belanja bisa sampai meminjam sejumlah uang tertentu kepada teman-teman kita buat memanjakan keinginan sesaat kita pada akhirnya kita menjadi pribadi yang gali lubang tutup lubang.

Untuk mengatasinya diperlukan kemantapan niat dan kesadaran diri untuk melakukan perubahan dalam hal pengelolaan keuangan bisa membuat catatan keuangan tiap akhir bulan, mulai dari membuat pemasukan dan pengeluaran hingga menulis apa pun yang bulan itu kita belanjakan dan tiap akhir bulannya buat saldonya untuk menganalisis di sebelah mana pengeluaran yang paling banyak keluar.

Catatan keuangan tersebut bisa melatih kita untuk memanajemenkan keuangan yang kita peroleh tiap bulannya dari gaji dan kita lebih mampu untuk menganalisa bagaimana perilaku kita dalam sebulan sehingga kita bisa mudah untuk memperbaikinya, jangan pula menabung karena menunggu kalau ada kelebihan uang yang kita miliki itu bisa membuat kita jadi mengampangkan diri akhirnya kita jadi malas buat menabung.

Baca juga:  Kiat Lupakan Mantan dan Siap untuk Jatuh Cinta Lagi

Menabung yang baik tidak perlu menunggu kelebihan uang yang kita miliki tetapi ambillah beberapa persennya dari jumlah total gaji kita, misalnya 25%-45% untuk ditabung dan hindari juga tabungan yang memiliki kartu ATM karena sewaktu-waktu kita bisa dengan mudah mengambil sejumlah uang tertentu di ATM akhirnya tidak bisa terkontrol lama-kelamaan tabungan kita jadi ludes.

Berikan persepsi baru supaya menabungnya menjadi lancar dan sukses maka anggaplah uang yang kita tabung di dalam tabungan tersebut sebagai pengeluaran yang perlu kita catatkan di buku keuangan kita sendiri, hanya bisa dikeluarkan apabila benar-benar sangat mendesak sekali atau memang sangat dibutuhkan sekali.

Apakah kita kalau berbelanja bersemangat sekali terutama sesuatu yang berbau diskon tetapi setelah beberapa hari atau bulan jadi cepat bosan bahkan menyesali telah membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu butuh dan menumpuk di rak-rak lemari kita maka bisa dikatakan kita berbelanja yang kelebihan dosis atau tipe orang yang boros.

Kita berbelanja sebenarnya tidak terlalu membutuhkannya hanya untuk memuaskan demi mendapatkan keinginan atau hasrat sesaat buat sekedar mengatasi kegelisahan kita melalui jalan berbelanja, ibaratnya ada kepuasan batin saat melakukan transaksi bisa merasakan adanya suatu kenikmatan luar biasa kalau berhasil membeli sesuatu.

Baca juga:  Pacaran Lama Tidak Menjamin Kamu Akan Menikah

Kalau berbelanja kelebihan dosis ini tidak segera kita atasi sendiri, efeknya dalam jangka panjang akan sering kita temui seperti suka berbelanja hal yang tidak begitu kita butuhkan bahkan semakin tidak realistis semakin lama semakin mengeluarkan biaya tak terduga bisa jauh lebih mahal dibandingkan dengan kebutuhan utama kita, baca juga arti belanja bagi cowok dan cewek sedikit berbeda.

Kesimpulannya: cara mengatasi kecanduan belanja biasanya disebabkan kondisi masih belum menikah dan sudah memiliki uang sendiri dari gajinya bisa membeli apa pun yang diinginkannya untuk memuaskan hasrat sesaatnya, apalagi dulunya kurang bisa diwujudkan ditambah lagi dirinya tidak terbiasa untuk mengatur keuangan pribadinya maka lama-lama kita akan menjadi pribadi yang suka gali lubang tutup lubang.

Untuk mengatasinya buatlah catatan keuangan tiap akhir bulan untuk menganalisis di sebelah mana pengeluaran yang paling banyak keluar apalagi catatan keuangan bisa melatih diri kita untuk menganalisa bagaimana perilaku kita dalam sebulan.

Terima kasih sobat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca cara mengatasi kecanduan belanja sebelum menikah, jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Sobat ada tanggapan lain?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge