Inikah Emosi Cinta

Berpikir dulu secara dewasa sebelum bertindak

Berpikir dulu secara dewasa sebelum bertindak

Berpikir dulu secara dewasa sebelum bertindak ketika kita mengambil sebuah keputusan apa pun dalam menjalani hubungan cinta terutama efek yang dihasilkan dari keputusan tersebut, kalau kita memutuskan sebuah keputusan dengan bersikap yang reaktif, sesaat dan tidak ada pertimbangan dikhawatirkan akan terjadi penyesalan di kemudian hari.

Menjalani hubungan cinta dengan seseorang adalah bagian dari proses meraih kedewasaan dan kematangan diri apalagi perjalanan cinta tidak luput dari kondisi suka dan duka, adanya permasalahan yang muncul silih berganti tiap waktunya, tentu saja membutuhkan adanya perjuangan dan pengorbanan yang nyata dalam mengurai perjalanan cinta bersama sang kekasih.

Berpikir dulu secara dewasa sebelum bertindak menunjukkan kedewasaan atau matangnya diri dalam memutuskan apa pun terutama menyangkut kepentingan bersama

Istilahnya kita tidak bisa seenaknya sendiri atau mau menang sendiri dengan berpikir egois, hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan kepentingan bersama dan kebutuhan perasaan sang kekasih terutama dalam memutuskan sesuatu hal di dalam hubungannya, jangan sampai kita mengucapkan kata-kata, “penyesalan tidak pernah datang di awal waktu melainkan datangnya di belakang waktu”.

Kita memutuskan sebuah keputusan dengan bersikap yang reaktif, sesaat dan tidak ada pertimbangan karena kita tidak bisa berpikir dulu secara dewasa sebelum bertindak, penyebabnya mungkin saja di masa lalu atau ada suatu keadaan kita terlihat begitu tidak berdaya atau lemah sehingga ketika melihat adanya suatu kesempatan yang hadir, langsung saja kita mengambilnya tanpa berpikir secara matang.

Baca juga:  Pemahaman Model Pacaran Anak Zaman Sekarang

Hal tersebut seringkali ditemui pada usia hubungan yang masih tahap cinta monyet, pada tahap ini akan ditemui mudah sekali jatuh cinta hanya sebatas yang menarik perhatian matanya bukan hatinya, istilahnya orangnya jatuh cinta datangnya terlalu cepat dan berakhirnya juga terlalu cepat.

Tak heran setiap kali ada orang yang menarik perhatian matanya langsung suka, berusaha mendekatinya untuk berkenalan dan terburu-buru minta jadian tetapi hubungannya hanya berjalan sebentar saja, setelah putus dari mantannya hanya baru beberapa minggu orangnya sudah jadian atau sudah memiliki seorang kekasih.

Sayangnya orangnya tidak bisa melihat bahwa kekasihnya tulus dalam mencintai dan bersedia berjuang untuk membahagiakan dirinya, namun apa yang terjadi bukannya mensyukuri sudah dipertemukan dengan kekasih yang baik hati, malah mencampakkannya dengan perilaku yang negatif untuk memuaskan hasrat keegoisannya.

Orang yang memutuskan apa pun dengan bersikap yang reaktif, sesaat dan tidak ada pertimbangan cenderung menyalahkan keadaan atau kekasihnya, namun tidak pernah melihat konflik dan persoalan yang terjadi di dalam hubungannya bisa mempereratkan hubungan batin di antara keduanya.

Justru yang terjadi mencampakkannya dengan perilaku yang negatif seperti lari meninggalkannya sendirian dan pergi bersama orang lain, menandakan kita orangnya bisa dikatakan ikatan batin yang dimiliki tidaklah kuat berbanding terbalik dengan yang dimiliki oleh kekasih kita sangatlah kuat bahkan mantap.

Baca juga:  Betapa Konyolnya Mengandalkan Hubungan Cinta yang Labil

Langkah kita tidak berpikir dulu secara dewasa sebelum bertindak dengan berperilaku mencampakkannya, menunjukkan adanya sikap spontanitas yang memabukkan sesaat untuk memuaskan dorongan hasrat kepentingan diri sendiri.

Apalagi dorongan tersebut semata-mata untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan keegoisan pribadi dengan mengambil langkah yang menguntungkan diri sendiri daripada kepentingan hubungannya atau kebutuhan kenyamanan perasaan kekasihnya.

Dari awal kita mengetahui bahwa menjalin hubungan cinta terutama menginginkan hubungan jangka panjang tidak luput dari konflik dan persoalan bisa datang sewaktu-waktu, wajib juga dalam menyelesaikan konflik dan persoalan yang terjadi dengan kesabaran, keikhlasan dan pengetahuan yang kuat.

Caranya kita belajar jadi orang yang dewasa bisa melalui belajar mengenal dan memahami sang kekasih secara utuh dengan mau menerima kekurangan maupun kelebihannya, termasuk juga belajar berpikir dulu secara dewasa sebelum bertindak dalam memutuskan apa pun terlebih lagi kalau menyangkut kepentingan hubungannya.

Kita juga belajar tidak hanya selalu minta menuntut sang kekasih untuk memenuhi apa pun keinginannya kita tetapi juga kita mau untuk dituntut oleh sang kekasih mengenai keinginannya, misalnya kita menuntut sang kekasih jadi orang yang romantis, pengertian dan peka tetapi ketika sang kekasih menuntut kita jadi orangnya yang sabar, lebih dewasa lagi dan tidak egois maka kita harus mau menerimanya.

Perlu diperhatikan bahwa cinta itu tidak membutakan, namun dorongan dan keinginan sesaat yang kita miliki agar kekasih kita memenuhinya itulah yang membutakan kita, istilahnya kita tidak bisa melihat dan berpikir dengan jernih apa yang telah kita miliki dan dapatkan saat ini seperti menyia-yiakannya.

Baca juga:  Cara Move On yang Efektif Nggak Pake Lama Sekali

Menjalani hubungan cinta semakin lama apalagi semakin bertambahnya usianya kita sudah seharusnya semakin dewasa dan bijaksana dalam hal berpikir, bertindak, berbicara, mengelola perasaannya dan berusaha untuk bersyukur atas hubungan cintanya.

Langkah yang tepat bagi kita menginginkan hubungan cinta yang baik dan sehat di dalamnya, usahakan untuk berpikir dulu secara dewasa sebelum bertindak dalam memutuskan apa pun, untuk memilih mana keputusan yang tepat dan terbaik dengan mendengarkan kata hati kita.

Cobalah untuk menciptakan suasana cinta yang menyenangkan dan mengasyikkan dengan menerima diri kekasih kita apa adanya dan belajar juga untuk menjaga komitmen hubungannya, baca juga apa arti dewasa sesungguhnya menurut cinta.

Kesimpulan berpikir dulu secara dewasa sebelum bertindak:

Ketika kita memutuskan sebuah keputusan dengan bersikap yang reaktif, sesaat dan tidak ada pertimbangan akan menghasilkan sebuah keputusan yang merugikan diri sendiri di kemudian hari, langkah kita memutuskan secara sepihak menunjukkan ketidakdewasaan atau belum matangnya diri kita apalagi masalah ini seringkali ditemui pada usia hubungan yang masih tahap cinta monyet.

Terima kasih sobat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca berpikir dulu secara dewasa sebelum bertindak, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Sahabat ada tanggapan lain?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge