Kontak Batin Cinta

Belajar menerima pasangan apa adanya

Belajar menerima pasangan apa adanya

Semua orang pasti mendambakan memiliki suatu hubungan yang dapat membuatnya merasa diinginkan dan berharga di mata pasangan tetapi kenyataannya tidak satu pun hubungan cinta bisa berjalan dengan mulus tanpa adanya gangguan, gangguan tersebut bisa berasal dari dalam maupun luar.

Contoh gangguan dari dalam seperti rasa bosan ataupun rasa kurang bersyukur sedangkan gangguan dari luar seperti munculnya orang ketiga yang dapat menarik hati, gangguan-gangguan tersebut bisa memicu seseorang menjadi kurang bisa menerima dan mengerti pasangannya sehingga kurang bisa melihat adanya ketulusan dan kebaikan di dalamnya yang telah dilakukan oleh pasangannya.

Belajar menerima pasangan apa adanya bahwa tidak ada satu orang pun yang sempurna di dunia ini dan komitmenlah menjadi kunci kebahagiaan untuk menjalin cinta

Di dunia ini tidak ada satu orang pun yang sempurna pasti semuanya memiliki kekurangan termasuk pasangan kita apalagi diri kita sendiri, dalam menjalin suatu hubungan memang cinta sebagai syarat utamanya tetapi untuk kelangsungan dan kehangatan suatu hubungan tidak hanya diperlukan cinta saja tetapi juga sebuah komitmen.

Komitmenlah menjadi suatu kunci kebahagiaan dalam menjalin suatu hubungan cinta, komitmen inilah bisa membuat seseorang bertahan di masa sulit dengan tidak meninggalkan pasangannya orang diri dan belajar untuk menerima pasangannya. Janganlah menjadi sosok pasangan yang egois tetapi cobalah belajar untuk bisa menerima dan melihat dari sudut pandang yang lebih rasional.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

Belajar untuk saling menerima pasangan akan meningkatkan kehangatan, kepuasan, keintiman dan keamanan dalam menjalankan hubungan cinta kedepannya karena belajar saling menerima memunculkan sikap dan perilaku bahwa kedua pihak tidak merasa adanya tekanan satu sama lainnya atau kita mengenalnya “ikhlas”.

Salah satu contoh kurang bisa menerima pasangan adalah selalu menganggap pasangannya kurang menarik bisa dari segi penampilan, tidak cantik atau tidak tampan, tidak mapan dalam hal pekerjaan dan lain-lain. Apa yang harus kita lakukan untuk membangun dan menciptakan hubungan cinta yang hangat, tentu saja jawabannya adalah komitmen dan komunikasi yang efektif.

Bila hubungan cinta hanya dibangun oleh kata-kata cinta yang indah setiap waktu dan ingin diperlakukan seperti layaknya film drama romantis yang sering kita lihat di televisi atau film, semua hal tersebut dipastikan akan menimbulkan kegiatan yang monoton setiap harinya apalagi cinta sangat diperlukan jangka waktu yang lama bukanlah jangka pendek.

Menjalin sebuah hubungan dengan belajar menerima pasangan apa adanya itu tandanya kita bisa menghargai pasangan adalah cerminan dari kepribadian diri sendiri

Tanpa adanya komitmen dan dan komunikasi yang efektif di dalamnya tidak bisa dipungkiri selalu ada saja masalah yang timbul dalam hubungan cintanya karena tidak ada keinginan untuk mempertahankan hubungan yang sedang dijalaninya dan kurang bisa menerima pasangan selalu saja ada yang kurang, penyebabnya selalu mengdepankan keinginan pribadinya sehingga hubungan akan mudah saja berakhir.

Baca juga:  Empat Kebiasaan Sepele Ini dapat Merusak Hubungan Cinta

Salah satu bentuk belajar menerima pasangan dengan mengajak berbicara dari hati ke hati dan berikan rasa hormat sebagai bentuk penghargaan kita kepada pasangan atas apa yang telah dia berusaha lakukan untuk membahagiakan kita walaupun itu masih kecil, belajar menerima pasangan menandakan bahwa diri kita bisa menghargai dan mencintai pasangan adalah cerminan dari kepribadian diri sendiri.

Belajar menerima pasangan berarti belajar untuk mencurahkan perhatian, memberikan dukungan dan mencintai pasangan, belajar untuk bertanggungjawab atas kebutuhan perasaan diri sendiri maupun pasangan, belajar menjaga dan merawat komitmen yang disepakati, belajar berkomunikasi untuk lebih mengenal, mengerti dan memahami pasangan kita.

Kita belajar menerima pasangan apa adanya sebagai bentuk ucapan terima kasih dan wujud syukur kepada Tuhan yang telah memberikan cinta kepada kita

Belajar menerima pasangan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berbagi, membantu dan memberi dukungan, menghadapi dan melewati kehidupan ini bersama pasangan bukan hanya ingin diberi, dipahami, dimengerti, dicintai, dituruti dan meminta dari pasangan.

Baca juga:  Empat Cara agar bisa Mendambakan Kesempurnaan Cinta

Apa yang terjadi, hanyalah hubungan yang sepihak karena di dalamnya hanya menuntut pasangan untuk melakukan semua keinginan kita daripada kepentingan bersama, akhirnya pasangan merasa tidak dihargai, tidak dicintai dan tidak diterima dirinya secara utuh maka hubungan di dalamnya hanyalah kekecewaan, baca juga kenali pasangan hidup sebagai sahabat mesramu

Kesimpulannya belajar menerima pasangan apa adanya adalah di dunia ini tidak ada satu orang pun yang sempurna pasti semuanya memiliki kekurangan, kurang bisa menerima pasangan tidak akan bisa melihat adanya ketulusan dan kebaikan yang telah dilakukan oleh pasangan. Syarat utama untuk kelangsungan dan kehangatan hubungan cinta tidak hanya diperlukan cinta saja tetapi juga sebuah komitmen di dalamnya.

komitmen inilah bisa membuat seseorang bertahan di masa sulit dengan tidak meninggalkan pasangannya dan bisa belajar untuk menerima pasangannya sebagai bentuk penghargaan kita kepada pasangan atas apa yang telah dia berusaha lakukan untuk membahagiakan kita.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu bersama kami untuk sejenak membaca artikel belajar menerima pasangan apa adanya, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Kita berjumpa lagi besok hari kawan.




ARTIKEL LAINNYA

One Comment

  1. Tidak ada yang sempurna, kita ditakdirkan untuk saling memahami dan menerima pasangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge