Apa Artinya Cinta

Belajar membangun cinta untuk belajar menerima perbedaan

Belajar membangun cinta untuk belajar menerima perbedaan

Alasan kita belajar membangun cinta untuk belajar menerima perbedaan di antara pasangan, kalau kita mau memiliki kualitas hubungan cinta yang sehat dalam jangka panjang, juga ingin memiliki seorang kekasih yang romantis dan bertanggung jawab, jadi penting sekali kita untuk belajar membangun cinta.

Istilahnya untuk apa sih niat dan tujuan kita menjalin hubungan cinta, apakah serius untuk berkomitmen jangka panjang ataukah sekedar bersenang-senang dalam menjalani hubungannya, serius berkomitmen dalam hubungan cinta bukan dalam artian mengikat orang yang kita sukai dalam ikatan pacaran yang tidak memiliki tujuan yang jelas ke depannya.

Contohnya pacaran bertahun-tahun lamanya, pakai acara putus nyambung, mencari yang terbaik dengan gonta ganti pacar, suka menuntut untuk dituruti apa pun keinginannya harus dituruti oleh pacar tanpa terkecuali, pacar tidak asyik lagi atau tidak romantis lagi dianggapnya tidak cocok langsung minta putus, menyalahkan pacar atas kejadian yang terjadi dalam hidupnya dan lain-lain.

Belajar membangun cinta untuk belajar menerima perbedaan yang dimiliki oleh kita maupun pasangan dengan mengedepankan kejernihan pola pikir dan pola rasa agar tidak memunculkan egoisme sesaat dalam hubungannya

Alasan yang mendasar kita belajar membangun cinta agar dalam menjalani hubungan cinta dengan seseorang tidak mengarah kepada muatan pemahaman yang berpotensi memunculkan egoisme sesaat, atau lebih memikirkan kepentingannya sendiri daripada memikirkan kepentingan bersama dalam membangun kualitas hubungannya.

Kita akan diajak memiliki pemahaman yang mengedepankan kejernihan pola pikir dan pola rasa, mulai dari tingkat pendekatan (PDKT) diteruskan ke tingkat pengenalan (masa pacaran) lalu naik ke tingkat lebih tinggi, yaitu keseriusan untuk berkomitmen dengan memutuskan untuk menikah.

Semua tingkatan tersebut bertujuan untuk mengenal dan memahami lebih dalam lagi pasangan seperti apa orangnya “karakter dan kebiasaannya” bukan hanya mengumbar sesuatu hal yang bersifat hura-hura atau senang-senang belaka dalam hubungannya, sikap tersebut bisa melalaikan kita dalam mengenal dan memahami pasangan lebih jauh lagi.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

Contohnya kita jadi bingung ketika pasangan tiba-tiba berubah tidak seperti biasanya, bingung ketika pasangan tiba-tiba mulai menghindar, bingung mencari jalan keluar ketika ada masalah yang muncul, bingung bagaimana caranya untuk berkomunikasi kepada pasangan, bingung caranya mau menolak permintaannya yang tidak masuk akal karena takut diputus oleh pasangan, dan lain-lain.

Munculnya hal tersebut apabila ditilik dalam perspektif hubungannya tidak terlepas dari konstruksi nalar pemahaman mengenai hubungan cinta yang dimiliki oleh masing-masing pasangan dalam menjalani hubungannya, ada anggapan pacaran lama hingga bertahun-tahun untuk mengenal lebih jauh pacarnya luar dalam atau bolak baik pacaran dari satu orang ke orang lainnya untuk mencari orang yang terbaik agar tidak salah pilih.

Apa yang terjadi malah sebaliknya tidak sesuai dengan harapannya “kok berbeda jauh dari kenyataan yang ada”, pemahaman akibat kurangnya belajar membangun cinta lebih dalam lagi bisa membawa kerentanan pengetahuan yang semakin keliru dalam menjalani hubungannya atau kata lainnya kurangnya evaluasi diri secara menyeluruh.

Misalnya bertengkar dianggapnya sudah tidak cocok lagi tetapi kalau tidak pernah bertengkar dianggap hubungannya baik, tak heran setiap kali ada konflik yang terjadi di dalam hubungannya selalu saja dirinya memilih untuk menghindarinya karena anggapannya dengan cara mendiamkan atau menghindari akan cepat selesai dengan sendirinya masalah itu.

Contoh tersebut memberikan gambaran sikap menghindari setiap kali ada masalah yang muncul bisa dikatakan tidak mampu belajar menghadapi konflik karena dirinya tidak pernah ketemu pola penyelesaian masalah yang tepat bersama pasangannya, apalagi menjalani hubungan cinta pasti akan ada konflik yang muncul. Itulah gunanya belajar membangun cinta untuk belajar menerima perbedaan yang ada, salah satunya belajar menghadapi konflik.

Baca juga:  Pentingnya Perjanjian Pranikah sebagai Bentuk Perlindungan

Melalui belajar membangun cinta kita tidak hanya sekedar diperkenalkan yang bersifat praktis tetapi kita juga diajak pada pemahaman yang bersifat analitis, hubungan cinta itu ilmu kehidupan seiring perjalanan waktu akan berkembang pula tumbuh kembangnya beserta konflik yang muncul di dalamnya “perjalanan cinta itu selalu dinamis bukan statis”.

Kenapa? kita belajar membangun cinta akan diperkenalkan sebuah pengetahuan yang terjadi di sekitarnya yang komprehensif tetapi juga diperkenalkan dengan keragaman pemikiran yang memungkinkan setiap pasangan dalam menjalani hubungan cintanya bisa berpikir secara komparatif.

Istilahnya dalam menjalani hubungan cinta kita tidak akan memiliki pemikiran yang kaku dan tertutup tetapi pemikiran yang luas dan terbuka, semakin banyak kita mengenal dan berjumpa dengan beberapa orang maka kita akan berkenalan dengan beberapa macam model pemikiran. dari sana kita bisa memiliki sistem imunitas pemikiran yang baik sehingga kita tidak mudah tertipu, dimanfaatkan atau diprovokasi oleh beberapa orang yang modusnya sekedar mempermainkan pikiran dan perasaan dengan mengatasnamakan cinta.

Keuntungannya belajar membangun cinta tiap kali kita dekat dengan seseorang selalu menggunakan metode pendekatan dan penelaahan kajian secara sistemik, apa sih niat dan tujuan orang yang lagi dekat dengan kita, seperti apa visi misi hubungannya ke depan, ingin memiliki hubungan yang seperti apa, ingin memiliki pasangan yang seperti apa, mau sampai kapan menjalani hubungan seperti ini.

Pemikiran seperti itu bisa membuat kita tidak kaget atau bingung ketika berhadapan dengan perbedaan pemikiran yang dimiliki oleh kita dengan pasangan dalam menjalani hubungannya, persoalan krusial yang selalu menimpa pasangan dalam menjalani hubungannya adalah ketidaksiapan salah satu pihak dalam menghadapi perbedaan yang ada.

Sering dijumpai pasangan yang menjalani hubungannya selalu beranggapan, seolah-olah perbedaan yang dimiliki oleh kekasihnya sebagai sesuatu hal yang tidak cocok dengan dirinya dan perbedaan itu selalu dianggapnya sebagai ancaman yang harus dihilangkan di dalam hubungannya.

Baca juga:  Pacaran Lama itu Artinya Kamu Cuma Buang-buang Waktu

Menjalani hubungan cinta di dalamnya ada dua orang yang berbeda satu sama lainnya, artinya ada dua pola pikir, dua pola rasa, dua pola karakter, dua pola kebiasaan dan dua pola asuh. Adanya perbedaan tersebut bisa menjadi instrumen tranformatif menuju nilai-nilai keseragaman dalam hubungan cintanya “apa sih kesamaan cita-cita yang ingin diraih dalam hubungannya”.

Berani menjalin hubungan cinta, artinya kita siap harus belajar membangun cinta untuk belajar menerima perbedaan yang ada dimiliki oleh kita maupun pasangan, kita belajar untuk mencari dan menemukan titik temunya bersama pasangan untuk menciptakan sebuah relasi yang harmonis dan indah untuk meneguhkan sikap toleransi di dalam hubungannya.

Kesimpulan belajar membangun cinta untuk belajar menerima perbedaan:

Kalau kita mau memiliki kualitas hubungan cinta yang sehat dalam jangka panjang dan ingin memiliki seorang kekasih yang romantis juga bertanggung jawab, penting sekali kita untuk belajar membangun cinta. Kenapa? kita akan belajar tidak mengarah kepada muatan pemahaman yang berpotensi memunculkan egoisme sesaat, atau lebih memikirkan kepentingannya sendiri.

Belajar membangun cinta untuk belajar menerima perbedaan akan diajarkan mengedepankan kejernihan pola pikir dan pola rasa untuk mengenal dan memahami lebih dalam lagi seperti apa pasangan itu orangnya, mulai dari PKDT sampai masa pacaran hingga memutuskan untuk menikah “apa karakter dan kebiasaannya”. Istilahnya belajar membangun cinta untuk mengetahui secara jelas apa sih niat dan tujuannya menjalin hubungan cinta, apakah serius berkomitmen jangka panjang atau sekedar pacaran buat bersenang-senang dan hura-hura.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca belajar membangun cinta untuk belajar menerima perbedaan, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge