Kenali Pola Cinta

Apa yang terjadi gaya pacaran hanya mengejar jangka pendek saja

Dari Kisahcintasejati.com, tempat asyik belajar keromantisan cinta untuk kamu dan si dia.

Apa yang terjadi gaya pacaran hanya mengejar jangka pendek saja
Ilustrasi acak tentang Apa yang terjadi gaya pacaran hanya mengejar jangka pendek saja (sumber: Pixabay.com)

Apa yang terjadi gaya pacaran hanya mengejar jangka pendek saja sudah pasti hasil pencapaian yang diperoleh untuk membangun kualitas hubungan cintanya hanya sebatas orientasinya jangka pendek saja, istilahnya hubungan cinta yang dijalinnya tidak akan memiliki kenyamanan dan keamanan kebutuhan perasaannya ke depan.

Tidak adanya visi misi yang jelas untuk apa menjalin hubungan cinta yang penting saat ini dapat pacar dan pacarnya bisa memenuhi semua keinginannya tanpa terkecuali, kata lainnya orangnya suka menuntut kepada pacarnya untuk menuruti apa pun semua keinginannya.

Apabila pacarnya tidak mau atau tidak bisa memenuhi keinginannya, dirinya langsung ngambek atau mendiamkan pacarnya bisa sampai berhari-hari atau berminggu-minggu terkadang sambil mengatakan “tidak sayang lagi”, “tidak peka”, atau “tidak pernah mengerti” kepada pacarnya.

Tak heran persoalan mendasar selama orientasi hubungan cinta hanya mengejar jangka pendek saja, orang yang menjalaninya tidak akan pernah membebaskan dirinya dari rasa takut tidak laku. Kata lainnya dirinya selalu minder kalau dikatakan tidak laku atau jomblo oleh teman-temannya atau pun orang-orang yang ada di sekitarnya.

Apa yang terjadi gaya pacaran hanya mengejar jangka pendek saja, kita akan kesulitan untuk mengetahui dan memahami secara jelas apa visi misi ke depannya dan potensinya dari orang yang lagi dekat dengan kita

Orangnya sering dijumpai akan berusaha mencari segala cara agar memiliki pacar untuk sebatas saat ini atau kita mengenalnya sebagai “sekedar status palsu”, tak heran kalau dirinya diajak untuk memiliki komitmen yang serius dalam jangka panjang oleh pacarnya selalu saja dijumpai dengan penolakan beraneka ragam alasannya.

Dirinya selalu saja menghindari bentuk pertanyaan seperti itu, mulai dari mengganti atau mengalihkan topik pembicaraan sampai marah-marah tidak jelas kalau ada jenis pertanyaan seperti itu yang muncul dari pacarnya. Padahal visi misi hubungan cinta adalah proses untuk mengubah seseorang jadi sosok yang dewasa, baik itu pola pikirnya maupun pola rasanya.

Baca juga:  Kenali 10 Tanda Cowok Serius yang Siap Menikahimu

Istilahnya bukan sebatas orientasi hubungan cinta hanya mengejar jangka pendek saja, kalau kita menjalin hubungan cinta dengan seseorang berarti kita harus siap bertanggung jawab penuh untuk membangun kualitas hubungan cintanya ke depan “memenuhi kenyamanan dan keamanan kebutuhan perasaan hubungannya”.

Apa yang terjadi gaya pacaran hanya mengejar jangka pendek saja dikhawatirkan kita tidak mampu untuk membaca realitas kehidupan hubungan cintanya tidak hanya untuk saat ini tetapi juga 10 sampai 30 tahun ke depan, membaca realitas kehidupan dalam hubungan cintanya adalah proses kita menjadi dewasa dalam mengembangkan kepribadian kita dalam menjalani hubungannya ke depan.

Kalau orientasi kita sudah berfokus untuk proses jangka panjang bisa tercipta di dalamnya sebuah hubungan cinta yang penuh dengan keromantisan dan kemesraan di dalamnya, masing-masing pasangan sudah saling melengkapi, menghargai dan memahami satu sama lainnya “sudah menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya”.

Sedangkan kita fokusnya masih berorientasi hubungan cintanya hanya mengejar jangka pendek akan dijumpai orang yang menjalaninya tidak akan tercukupi kenyamanan dan keamanan kebutuhan perasaan hubungannya, kita akan menjalani ketidakjelasan dan ketidakpastian hubungannya karena kita orientasinya masih sebatas mengejar status sebuah relasi semata.

Contohnya mengikat pacarnya dalam ikatan pacaran bertahun-tahun lamanya tanpa adanya kejelasan dan kepastian dalam hubungannya ke depan, gaya pacarannya selalu dijumpai pakai acara putus nyambung atau mengajak balikan lagi mantannya kalau ternyata pacar barunya tidak sesuai dengan harapannya.

Baca juga:  Pria Mudah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama ketimbang Wanita

Suka menuntut pacarnya untuk menuruti semua keinginannya, kalau ada konflik lebih memilih mendiamkan bahkan menghindari dengan harapan nanti akan selesai dengan sendirinya, langsung meninggalkan pacarnya ketika posisi hubungannya lagi tidak nyaman secara finansial, sekedar memanfaatkan pacarnya untuk kepentingan pribadi, dan lain-lain.

Menjalin hubungan cinta untuk memberikan kejelasan dan kepastian terhadap kenyamanan dan keamanan kebutuhan perasaan dari pasangannya di masa depan, kenapa? hubungan cinta adalah kampanye dialogis sebagai usaha pertanggungjawaban untuk membahagiakan dan menyenangkan pasangannya secara terus-menerus dalam jangka waktu yang cukup lama.

Menjalin hubungan cinta bukan sekedar status semata tetapi juga sebagai ajang bertukar pola pikiran dan pola rasa dengan pasangannya. Di sinilah arti dari komunikasi secara dua arah yang dilakukan secara terbuka dan jujur, kita dan pasangan bisa mengungkapkan secara langsung apa yang dirasakannya dan apa yang dipikirkannya untuk disampaikan kepada pasangannya.

Apa yang terjadi gaya pacaran hanya mengejar jangka pendek saja bisa memunculkan orang yang menjalaninya akan miskin cita-cita dan miskin cinta dalam membangun kualitas hubungannya ke depan, terlihat dari proses PDKT sampai masa pacaran hanya menjadikan instrumen “laku” yang penting saat ini punya pacar bisa menghasilkan pribadi yang pandai ikut-ikutan “malu dikatakan jomblo”.

Tak heran orang yang menjalani hubungannya karena niatnya malu dikatakan jomblo hanya mampu menunggu pacarnya yang berbuat atau berjuang tetapi di sisi lainnya dirinya menuntut pacarnya ingin memiliki hubungan yang romantis, akibatnya dirinya menjadi lambat atau bingung dalam merespon perubahan yang terjadi di dalam hubungannya karena dirinya minim kreativitas dalam membangun kualitas hubungannya.

Dirinya bingung ketika pacarnya mulai berubah tidak seperti biasanya, bingung pola penyelesaian masalahnya ketika ada konflik yang muncul di dalam hubungannya, bingung kenapa pacarnya tiba-tiba menjauh atau menghindar, bingung bagaimana caranya membangun pola komunikasi dengan pacarnya, atau bingung bagaimana caranya untuk menolak permintaan pacarnya yang menurutnya sangat berlebihan.

Baca juga:  Inilah Jawabannya Laki-laki Sulit Mengekspresikan Emosinya

Selama orientasi hubungan cintanya untuk proses jangka panjang tidak dijalankan secara maksimal hanya sebatas jangka pendek saja hanya mengejar status semata, mau dianggap laku atau malu dikatakan jomblo. Jangan berharap lahirnya sebuah hubungan cinta yang bermutu, nyaman, aman, bahagia dan romantis di dalamnya.

Kesimpulan apa yang terjadi gaya pacaran hanya mengejar jangka pendek saja:

Penting sekali menjalin hubungan cinta untuk mengetahui dan memahami secara jelas apa visi misi ke depannya dari orang yang lagi dekat dengan kita, istilahnya kita dan pasangan saling belajar mengenal dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam diri masing-masing pasangan agar menjadi pribadi yang mandiri, dewasa dan utuh.

Menjalin hubungan cinta untuk membangun dua kompetensi dasar, pertama, kemampuan komunikasi sebagai sarana untuk berinteraksi dengan pasangannya dan kedua, kemampuan pola pikir maupun pola rasa yang di dalamnya untuk meningkatkan kemampuan eksploratif, kreatif dan integral dari masing-masing pasangan.

Kata lainnya masing-masing pasangan sudah mengetahui dan mengenal secara jelas, bagaimana karakter dan kebiasaan satu sama lainnya dalam menjalani dan menghadapi beragam segi kehidupan hubungan cintanya ke depan.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca apa yang terjadi gaya pacaran hanya mengejar jangka pendek saja, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge