Cerita Pendek Cinta

Aku gugup gara-gara kamu

Aku gugup gara-gara kamu

Aku melihat hujan begitu lebat malam ini dari jendela rumahku dan perlahan mulai basah terkena air hujan karena merdunya air hujan ditelingaku pikiranku mulai berfantasi membayangkan diriku sendiri dengan orang yang kusukai sedang bermain hujan dengan riang dan aku tidak begitu peduli bila nanti jatuh sakit.

DERRRRR!!!!

tiba-tiba suara petir menyambar begitu kerasnya seakan menyadarkanku untuk kembali pada kenyataan yang ada. sudah lama aku menyukai dengan seseorang yang ada disekolahku. dia begitu populer, pinter, baik dan supel itu yang membuatku takut setengah mati hanya untuk menyapanya.

sangat sulit bagiku untuk mengatakan “selamat pagi” atau “halo” kepadanya itu pun aku sudah latihan berkali-kali tapi tetap saja susahnya minta ampun.

Ting tong ting tong!!

tiba-tiba suara bel rumahku berbunyi. jam sudah menunjukkan jam 8an malam, “siapa yang bertamu malam-malam begini, hujan-hujan lagi?”. lalu aku melangkahkan kakiku menuju pinta rumah dan membukakan pintu.

“permisi, apa ini rumahnya anto? boleh aku minta tas plastik? bukuku basah nih”. sebenarnya bukan hanya bukunya yang basah tapi dia sendiri juga basah kuyup namun bukan itu yang aku perhatikan.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

selama ini aku menyukai seseorang namun sulit bagiku untuk berbicara kepadanya namun kini dia berada berdiri didepanku berbicara kepadaku lidahku kaku seketika, aku tidak tahu harus berkata apa kepada dia.

“halo… halo… dengar tidak? tanyanya lagi. “ini bukan rumahnya anto” kataku. “ooh maaf iya, tau gak no. 287 itu dimana iya?” tanyanya lalu kujawab, “rumahnya disana kak sebelah kanan jalan” dan ia menjawab “terima kasih iya”. tau seseorang yang aku sukai mau pergi tiba-tiba saja “sebentar kak kuambilkan tas plastik”, aku berteriak.

aku segera mengambil tas plastik masuk ke dalam rumah tapi apa semuanya akan selesai saat aku memberinya tas plastik ini? apa dia akan mengenalku setelah ini? apa yang harus kulakukan?

kutaruh tas plastik itu dan mengambil suatu keputusan berani yang tidak pernah aku lakukan, “kak, mau masuk dulu? diluar hujan” kataku. “eh nggak apa-apa nih? udah malam loh” jawabnya. “nggak apa kak masuk aja”. akhirnya seseorang yang aku sukai masuk kerumahku, aku tidak percaya! hatiku senang sekali.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

sista n boy sekarang sedang membaca artikel cinta sejati dipersembahkan untuk pribadi-pribadi yang penuh dengan cinta.

segera kubuatkan segelas segelas susu coklat hangat untuknya, “kak diminum iya” ucapku. eeh iya makasih repotin nih. aku baru sadar dari tadi kamu manggil aku “kakak” emang tau dari mana kalau aku lebih tua?” tanyanya.

“gak repotin kok kak, tau dong aku satu sekolah dengan kak”, kataku. “oooh iyaa, tolong jangan panggil aku kakak jadi risi. panggil aja aku reto, kamu siapa?”, ucapnya sambil menjabat tanganku.

“yyyyuni kak, eh reto” jawabku terbata-bata tapi dia malah tertawa. “kamu ngomong kayak berhadapan ama guru aja deh nyantai kali”, ucapnya. aku ini gugup juga gara-gara kamu! ujarku dalam hati.

“kayaknya hujan udah reda”, kata reto sambil mengintip lewati jendela rumahku. “aku pulang dulu iya, makasih banyak iya yuni” ucapnya. “iya sama-sama” ucapku sambil berusaha terlihat senang tapi sebenarnya aku sedih sekali kenapa hujannya cepat sekali, aku masih ingin berbincang-bincang dengannya.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

besok paginya aku memasuki gerbang pintu sekolah sudah banyak siswa disana tapi aku tidak menemukan sosok reto. “haaai! cari siapa hayooo? serius amat, ncarin aku iya” ucap seseorang menepuk pundakku pelan dan aku menoleh.

ternyata… “eeh nggak cari siapa-siapa kok” ujarku sambil berbohong karena orang yang kucari sudah berada didepanku. “padahal tadi serius amat ncarinya, iya udah kelasmu mana? biar kuantar” ucapnya.

“eeh aku nggak salah dengar nih? aku bisa kok pergi sendiri ke kelasku” jawabku tapi ia menjawab “yeee, itu aku juga tau maksudnya biar aku bisa sering-sering main ke kelasmu waktu jam istirahat”. aku mencubit lenganku sendiri ternyata sakit, ini nyata ujarku dalam hati. “iya deh ayooo” jawabku dan dia terlihat senang dengan jawabanku, ternyata aku bisa menjalankan awal yang baik dan tidak gugup didepannya.

Dear sista n boy, terima kasih telah meluangkan waktu sejenak untuk berkunjung dan membaca mutiara cinta sejati, bagaimana menurut sista n boy setelah membaca artikel ini? Jadi kabari saya, Terima kasih.




ARTIKEL LAINNYA

4 Comments

  1. Biasa itu min gugup saat ketemu org yg disuka…hehhe grogi bingung mau ngapain malah jadi ngrasa aneh sendiri

  2. Kyk cinta pandangan pertama aja,,,
    jd grogi+salting klo berhadapan sm orng yg br qt suka

  3. Kadang emang klo ketemu ma org yg disukai pengen ngomong A yang keluar B hehehe…. Grogi tingkat tinggi

  4. ampe gugup ga bisa ngomong apa2…gemeteran….wkwkwk malah dikira ketemu hantu… hehehe,….. malu tapi suka….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge